Advertisement
  1. Business
  2. Careers

Bagaimana Cara Negosiasi Gaji via Email (Dengan Tips Ampuh + Contoh)

by
Read Time:14 minsLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Muhlis Tirowali (you can also view the original English article)

Waktu terbaik menegosiasikan gaji anda adalah setelah anda memberikan kesan baik kepada atasan anda secara langsung atau lewat email, namun sebelum anda menyetujui persetujuan mereka.

Setelah sebagian besar perusahaan akan mengirim tawaran kerja melalui email, saat itulah kesempatannya untuk mendiskusikan persyaratan paket kompensasi mereka.

Tentu, manajer HR atau siapapun yang ditentukan untuk mendiskusikan gaji anda pertama-tama akan mengecewakan anda. Hal itu merupakan perhatian terbaik mereka untuk membayar anda lebih sedikit. Tidak berarti mereka ingin menipu, melainkan hal itu merupakan bagian dari pekerjaan mereka. Reaksi yang diharapkan kiraa-kira seperti ini,

“Saya senang bahwa anda menyukai prospek bekerja bersama kami. Tapi sayang sekali, gaji pokok yang kami tawarkan adalah dana yang kami punya untuk posisi ini.”

Anda mungkin akan berpikir bahwa tidak ada kesempatan untuk negosiasi gaji. Jangan menyerah terlebih dahulu. Tetap ramah dan bersemangat sambil menegosiasi gaji anda. Anda hadir untuk bernegosiasi, jangan berkecil hati setelah percobaan pertama. Maka dari itu, pahami dan tetap berkomunikasi dengan baik.

Salary Negotiation EmailSalary Negotiation EmailSalary Negotiation Email
Email Negosiasi Gaji (gambar)

Di paduan ini, pelajari bagaimana menegosiasikan tawaran kerja melalui email, dapatkan gaji yang lebih tinggi dan paket kompensasi yang lebih baik pada tawaran kerja baru anda, atau beberapa keuntungan nyata lain seperti waktu liburan yang lebih banyak atau bonus gaji. Semua yang dibutuhkan adalah sedikit strategi dan pemilihan kata yang baik. Kami memiliki beberapa contoh termasuk pola email negosiasi gaji yang dapat digunakan.

Pertama, perhatikan keseluruhan taktik dan tips negosiasi pendapatan. Diluar situasinya, ada beberapa prosedur terbaik yang dapat dipertimbangkan.

Email vs Telfon atau secara langsung: Yang mana yang lebih baik menurut situasinya?

Ingatlah bahwa anda tidak boleh bernegosiasi tepat setelah menerima tawaran awal. Hal tersebut berarti anda meminta uang lebih banyak, tanpa berhenti untuk berpikir kembali tentang apa yang mereka tawarkan kepada anda.

Luangkan waktu untuk memikirkan tawaran mereka. Sebagian besar perusahaan akan mempersilakan anda untuk menelaah kembali penawaran mereka. Gunakanlah waktu tersebut untuk meneliti setiap inci paket kompensasi mulai dari gaji pokok, hingga keuntungan dan gaji insentif.

Mengenai media komunikasi manakah yang lebih baik untuk negosiasi gaji, tidak ada yang membenarkan jawabannya.

Kristin Scarth, Manajer Pelayanan Karir pada BOOST mengatakan,

“Kami selalu menyarankan klien untuk tidak berkomunikasi yang menyulitkan melalui email. Akan terjadi kesalah pahaman dengan mudahnya, maka kami meminta mereka untuk berbicara secara langsung atau melalui telfon jadi takkan terjadi kesalah pahaman. Lagipula, ketika anda berbicara, anda dapat merasakan betapa reseptif perkataan lainnya terhadap yang anda katakan.”

Namun itu baru satu sudut pandang. Pierre Tremblay, DIrektur Sumber Daya Manusia di Dupray mengatakan,

“Negosiasi melalui email lebih baik untuk para kandidat pekerja karena hal tersebut memberi mereka waktu untuk menenangkan diri. Keputusan yang buruk dan situasi yang canggung biasanya menjadi diluar perkiraan dimana salah satu merasa ditekan. Sulit untuk meminta uang lebih melalui telfon. Tetapi email memberi anda kesempatan dan waktu untuk menyusun pikiran anda untuk membuat argumen yang jelas.

Dan beberapa ulasan pada postingan ini tentang menegosiasi gaji melalui email tampaknya sependapat:

Negotiating Salary Via Email OpinionsNegotiating Salary Via Email OpinionsNegotiating Salary Via Email Opinions
Ide-ide pada negosiasi gaji melalui email.

Ulasan lain mengatakan beberapa atasan terlihat lebih memilih komunikasi melalui email, khususnya jika mereka mengirim tawaran kerja pertama anda melalui email. Dalam hal ini, negosiasi melalui email, media komunikasi pilihan mereka berjalan lancar.

Pertimbangkan kekuatan anda dan lingkungan perekrutan dengan atasan baru ini untuk menentukan apakah negosiasi gaji anda melalui email cocok untuk situasi anda.

Kompensasi Lebih dari pada Gaji Pokok Anda (Tambahan Lain Negosiasi)

Terkadang, hampir tidak ada kesempatan untuk menegosiasi gaji pokok. Hal ini bisa terjadi karena pembatasan dana, tingkatan gaji perusahaan, atau karyawan lama. Jika itu masalahnya, lakukan yang terbaik untuk negosiasi gaji pokok yang lebih tinggi dahulu. Kemudian lanjut ke hal-hal yang bisa dinegosiasikan di paket kompensasi anda.

Perlu diingat, tidak ada  timbal balik yang jelas atau pertukaran yang setara untuk sejumlah keuntungan dan insentif. Sebagai contoh, keuntungan bekerja dari rumah mungkin atau tidak setara dengan $3,000 gaji pokok lebih rendah. Ulasan gaji awal juga mungkin atau tidak setara sampai 5 hari libur. Semua bergantung pada prioritas anda.

Inilah daftar keuntungan yang dapat anda negosiasikan:

  • Stok perusahaan
  • Stok perusahaan
  • Cuti sakit lebih
  • Kajian kinerja awal
  • Hak istimewa perjalanan
  • Tunjangan pelatihan atau gaji pengembangan karir
  • Kajian kinerja awal
  • Mobil perusahaan
  • Mobil perusahaan
  • Tunjangan alokasi atau bantuan
  • Penggantian uang
  • Sertifikat pelatihan
  • Penitipan anak
  • Keanggotaan gym
  • Catatan pengeluaran

Jangan menanyakan hal-hal yang sudah pasti.

Cara negosiasi gaji secara efektif membutuhkan beberapa pertimbangan dan perhatian. Ada banyak yang bisa anda minta. Tetapi jangan serakah. Ingatlah bahwa anda akan segera bekerja bersama orang-orang ini, jadi jangan membuat mereka merasa jika anda hanya mengambil untung.

James Goodnow, Personal Injury Lawyer di Fennemore Craig dan seorang ahli negosiasi, mengatakan,

“Diluar faktor ekonomi, seseorang yang Anda negosiasi bersama harus merasa tervalidasi. Hal ini menunjukkan bahwa anda memahami posisinya. Perlu diingat: jika seseorang merasa terganggu oleh anda, atau dengan pertanyaan negosiasi anda, mereka akan kehilangan minat bekerja bersama anda. Hal itu bukan cara anda memulai sebuah hubungan.”

Tidak semua aspek penawaran pekerjaan dapat dinegosiasikan. Sebagai contoh, jika perusahaan tidak menawarkan penitipan anak atau tunjangan hari tua, maka kesempatan anda mendapatkannya menjadi kecil. Kenyataannya tambahan yang bisa anda dapatkan berdasarkan beberapa faktor, termasuk  pengalaman kerja yang anda lamar, struktur perusahaan, dan dana mereka. Perlu diingat, sumber terbaik anda terhadap apa dan seberapa banyak yang bisa dinegosiasikan di dalam sumber itu jika anda bisa usahakan salah satunya.

Contoh Email Negosiasi Gaji

Sekarang perhatikan contoh email negosiasi gaji untuk membantu anda memulai pekerjaan baru anda dengan kompensasi yang lebih baik

Di bawah ini adalah beberapa pola tulisan yang bisa diikuti untuk meminta gaji yang lebih tinggi dari beberapa posisi negosiasi yang berbeda. Juga ada beberapa contoh email negosiasi gaji meminta jabatan yang lebih baik dan bonus gaji.

Ikuti pola-pola berikut ini untuk meningkatkan hasil anda. Pastikan anda memakainya sebagai contoh untuk dipelajari dan ubah untuk disesuaikan dengan situasi terbaik anda.

1. Permintaan untuk Email Syarat Gaji

“Yang Terhormat (Bapak/Ibu_____),

Besar karir saya di dalam (industry), dan kemampuan yang saya pelajari dari pekerjaan ini secara langsung diterapkan pada kemampuan dalam (pekerjaan).

Saya mengetahui saya dapat memberikan kontribusi yang baik pada tim saya, dan saya menerima kesempatan tersebut untuk membuktikannya kepada anda.

Seperti yang diminta, gaji yang saya harapkan sebesar ($_______) tidak termasuk keuntungan dan insentif. Itu berdasarkan deskripsi kerja dan rata-rata gaji tahunan untuk posisi ini. Persyaratan saya dapat dinegosiasikan, bergantung pada beberapa faktor, seperti peningkatan kemajuan karir dan kesempatan pelatihan.”

2. Negosiasi berdasarkan Data Pasar Gaji

“Yang terhormat (Bapak/Ibu____)

Terima kasih telah menawarkan pekerjaan sebagai (posisi) di (Nama Perusahaan). Deskripsi kerja ini cocok dengan pengalaman dan sasaran karir saya. Saya juga tertarik menjadi bagian dalam rencana pengembangan perusahaan

Saya ingin mendiskusikan gaji pokok sebelum menerima tawaran anda. (Posisi) membutuhkan (pengalaman x tahun) dan (kemampuan y) yang saya miliki. Akan tetapi berdasarkan kontribusi saya pada atasan saya sebelumnya, dan rata-rata gaji untuk jabatan ini, saya dengan hormat meminta untuk dipertimbangkan penawaran awal anda sebesar ($_______).

Rata-rata gaji tahunan untuk jabatan ini di industri berkisar dari ($__________) sampai ($__________) maka saya yakin penawaran sebesar ($__________) akan lebih cocok dengan kualifikasi saya dan tuntutan jabatan ini.

Terima kasih lagi untuk penawaran anda. Saya yakin kita bisa mendapat kesepakatan yang menguntungkan masing-masing pihak.

Salam,

(Nama)”

Berhati-hatilah, “para pelamar kerja sering bingung tarif pasar yang sedang berlangsung dengan tanggung jawab pekerjaan,” kata Scarth.

“Jika anda mengurus 50 orang di pekerjaan anda sebelumnya, dan di pekerjaan yang baru anda mengurus 5 orang, bagaimana anda bisa kembali dan meminta lebih banyak uang? Tarif pasar hanya menawarkan jumlah rata-rata, mereka tidak mengatakan 100% benar,” lanjut dia.

Jika anda tetap menggunakan strategi ini, pastikan anda memiliki "alasan" yang masuk akal bersamaan dengan permintaan anda.

3. Menerima Penawaran yang Lebih Tinggi dari Perusahaan yang Berbeda

Gunakan taktik ini hanya jika anda bersiap untuk pergi. Dan hanya jika anda benar-benar memiliki penawaran lain dan tidak hanya berbicara dengan perusahaan.

Ini adalah pola email dari Michelle Riklan, penulis resume bersertifikat dan Direktur Pengurus di Riklan Resources:

“Terima kasih telah menawarkan saya (posisi). Saya senang bekerja bersama tim anda.

Saya ingin mendiskusikan gaji pokok sebelum saya menerima penawaran anda. Sementara perusahaan anda adalah pilihan utama saya, saya telah menerima penawaran lain dengan gaji pokok yang lebih besar dari ($________).

Namun, saya lebih tertarik bekerja bersama tim anda dan ingin menerima penawaran anda jika anda bisa mencocokkan gaji pokok. Saya menghargai bahwa jumlah ini melampaui total dana anda, tetapi saya fleksibel dan ingin bernegosiasi bersama anda untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak.

Saya yakin bahwa saya akan memberikan kontribusi besar pada tim anda, dan berharap kita dapat mencapai kesepakatan yang menguntungkan.

Hormat,

(Nama)

Perhatikan frasa yang ditebalkan, sebagai penanda keinginan anda untuk bekerja dengan perusahaan pertama dan keterbukaan akan negosiasi. Di situasi ini, kemungkinan anda akan membutuhkan negosiasi tambahan lain pengganti gaji pokok lebih besar.

4. Total Kompensasi yang tidak Cukup Berdasarkan Lingkup Kerja

Terkadang, anda akan menemukan deskripsi kerja tidak 100% akurat setelah beberapa wawancara. Pada masalah ini, penawaran kerja awal kemungkinan lebih rendah dibanding dengan apa yang harusnya diberikan lingkup kerja atau kemampuan wajib.

“Yang Terhormat (Bapak/Ibu)

Terima kasih telah memberikan saya kesempatan untuk bekerja sebagai (posisi) baru anda. Saya menerima tantangan ini dengan senang hati dan berharap bekerja bersama anda.

Akan tetapi, saya memiliki permasalahan berhubungan dengan paket kompensasi yang anda kirimkan. Setelah beberapa wawancara, saya menyadari bahwa pekerjaan yang sebenarnya jauh dari deskripsi kerja awal yang saya baca ketika melamar.

Sementara saya memiliki kemampuan dan pengalaman yang baik dalam jabatan ini, diberi jumlah kerja yang saya harapkan, saya merasa tawaran awal menjadi sedikit. Posisi yang saya ajukan karena (alasan 1 dan 2), jadi dibutuhkan seseorang yang melakukan dan mengalaminya di bidang ini.

Karena hal ini, saya yakin tawaran saat ini akan lebih baik dicocokan dengan permintaan kerja jika ditingkatkan dengan (jumlah diisi).

Saya berharap kita dapat mencapai kesepakatan tentang perkara ini. Bisakah anda mendiskusikannya pada rapat kita selanjutnya? Silakan email atau hubungi saya sehingga kita bisa mendiskusikan ini di saat yang tepat. Terima kasih atas pertimbangan anda.”

5. Negosiasi Menggunakan Kemampuan Anda atau Kinerja Sebelumnya

Situasi ini berlawanan dengan yang sebelumnya. Dalam hal ini, kemampuan anda atau kinerja sebelumnya lebih dari yang apa yang dibutuhkan dari pekerjaan. Singkatnya, anda melebihi syarat tetapi mereka masih menetapkan anda pada posisi tersebut. Anda dapat menggunakan ini untuk negosiasi gaji yang lebih besar, kesempatan peningkatan karir yang lebih baik, atau tinjauan gaji awal.

Ini adalah pola email berdasarkan karya Josh Doody, penulis Fearless Salary Negotiation:

“Hi (Nama),

Saya harap anda memilki akhir pekan yang menyenangkan!

Saya telah mempertimbangkan tawaran (Manajer Perekrutan) selama akhir pekan dan segalanya terasa bagus, meskipun begitu saya ingin mendiskusikan komponen gaji pokok.

Saya pikir saya paling cocok untuk posisi ini, dimana saya ingin menambah nilai signifikan pada (perusahaan) dari hari pertama. Saya memiliki latar belakang (kemampuan) yang kuat dan telah membangun dan mengurus tim orang-orang (industri). Saya sangat baik dengan klien, dan telah mengajarkan panduan singkat dalam membangun hubungan baik dengan dan mengurus klien. Saya memiliki (gelar atau keahlian) dan telah sukses mengurus banyak portofolio bisnis pada (nama industri) selama lebih dari (x tahun).

Saya telah bekerja bersama (Atasan) selama lebih (x tahun), dan memiliki pengalaman bersama manajer mitra bisnis dan tim pimpinan.

Semua bentuk-bentuk tersebut memberikan kontribusi secara langsung pada komponen inti dari posisi ini, dan itulah alasan saya senang berkesempatan bekerja bersama (nama atasan yang berpotensi).

(Nama atasan yang berpotensi) menawarkan ($_____) dan saya akan lebih nyaman apabila kita dapat menetapkan ($______). Saya merasa jumlah mewakili kepentingan dan harapan jabatan tersebut untuk (Nama Perusahaan), dan kualifikasi dan pengalaman saya karena berkaitan dengan jabatan ini.

Terima kasih atas waktu anda, dan saya berharap dapat berbicara dengan anda pada (Tanggal dan waktu pada wawancara atau telfon selanjutnya).

Untuk yang terbaik,

(Nama)

6. Meminta Jabatan yang Lebih Baik

Permasalahan jabatan, jika anda mempertimbangkan masa depan dengan atasan baru anda dan serius pada perjalanan karir anda. Maka anda tidak perlu malu meminta jabatan yang lebih baik.

Lebih kecil sebuah perusahaan, semakin baik kesempatan anda mendapat jabatan. Khususnya, Startups, tidak terlalu pemilih ketika berbicara soal jabatan. Di perusahaan besar, boleh saja meminta tetapi jangan terlalu berharap.

Scott Ledbury, Direktur Pengurus dan Pendiri Slinky Productions, berkata,

“Tanyalah atasan anda untuk menegaskan peran dan deskripsi kerja anda, termasuk bagaimana hal tersebut berhubungan dengan keseluruhan hirarki perusahaan. Miliki dokumen tertulis bila memungkinkan. Hal ini dapat memudahkan atasan anda untuk melihat apa yang anda lakukan sehari-hari, dan bagaimana jabatan yang lebih cocok mempengaruhi kontribusi anda kepada perusahaan secara menyeluruh.”

Tekankan pada bagaimana jabatan yang lebih akurat akan membantu anda mengoordinasi dan menetapkan harapan lebih baik bersama departemen lain dan klien.  Tidak perlu menyusun permintaan dengan cara tersebut pada resum anda dan perkembangan karir karena bukan itu yang mereka inginkan.

Di bawah ini adalah pola email dari Attorney Goodnow yang menekankan keuntungan jabatan yang berbeda dari sudut pandang:

“Terima kasih lagi atas penawarannya. Saya tidak dapat membayangkan betapa senangnya saya terhadap kemungkinan bekerja bersama anda dan tim anda.  Saya berharap membalas anda esok hari.

Pertanyaan cepat: apakah jabatan sudah ditetapkan?

Meskipun saya memahami alasan judul tersebut ada, saya penasaran ketika saya membaca deskripsi kerja apakah mungkin jika jabatan yang berbeda yang cocok dengan tagihan akan sedikit lebih baik?

Sejujurnya saya tidak ingin menyulitkan, tetapi saya pikir memiliki jabatan yang sesuai posisi dan semua tanggung jawabnya akan membantu merefleksikan tujuan saya dengan tepat dan menambahkan kejelasan tentang peran tersebut secara internal dan eksternal.

7. Contoh Email Bonus Gaji

Bagaimana jika, anda pindah ke perusahaan lain dapat mengurangi uang anda? Itu terjadi lebih dari yang anda harapkan. Para karyawan bisa saja kehilangan bonus tahunan, bonus akhir tahun, bonus kinerja, dan bahkan bonus natal setelah meninggalkan atasan mereka sebelumnya.

Apakah uang itu hilang untuk selamanya? Tidak juga. Gunakan pola ini untuk mendapat semua atau sebagian uang tersebut dari atasan anda.

“Yang Terhormat (Bapak/Ibu_______),

Terima kasih telah memberikan saya kesempatan bekerja di (Perusahaan) sebagai (Posisi) anda. Saya sangat senang pada prospek kerja bersama dengan tim yang menjanjikan.

Sebelum saya menerima tawaran anda, saya ini mendiskusikan paket kompensasi. Mohon untuk tidak salah paham, saya senang dengan gaji pokok dan saya berpikir hal tersebut sesuai dengan deskripsi kerja dan gaji rata-rata. Tetapi, saya menerima ($__________) sebagai (nama bonus atau insentif) dari atasan saya sebelumnya tahun ini.

Perpindahan kerja dengan perusahaan baru memberi saya ($________), jumlah yang saya dapat dengan kerja keras selama tahun ini. Maka dari itu, untuk membuat perpindahan ini lebih mudah, saya ingin meminta bonus gaji (50-60% gaji yang harusnya anda dapat) untuk dipulihkan secara terpisah yang saya tidak dapatkan.

Saya melihat masa depan yang cerah di (Perusahaan), dan saya paham saya dapat membuat kontribusi yang signifikan pada tim anda.

Terima kasih lagi untuk kesempatan ini. Saya harap kedua belah pihak dapat mencapai kesepakatan yang menguntungkan.

Salam,

(Nama)"

Anda akan meminta 50% sampai 60% dari yang harusnya anda dapatkan. Hal tersebut dapat membuat atasan anda nantinya merasa bahwa anda tidak memberi mereka 100% beban. Negosiasikanlah sisa dari apa yang akan hilang pada persyaratan cuti libur dan insentif non moneter.

Negosiasi dengan Perhatian

Semua pola email negosiasi gaji ini memiliki kesamaan yaitu mereka tidak menuntut. Gaya bahasanya sopan dan agak teliti.

Tetap diingat, anda sedang berusaha memulai percakapan, dengan sikap yang tidak membuat atasan anda menipu anda. Anda ingin membuat permintaan yang beralasan selagi menarget pendapatan yang profesional.

Terakhir, ketika segalanya sesuai dengan keinginan anda, pastikan semua dimasukkan kedalam kontrak baru anda. Selamat bernegosiasi!

Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.