Advertisement
  1. Business
  2. Small Business

Bagaimana Menggaji Diri Sendiri Dari Usaha Kecil Pribadi

by
Read Time:10 minsLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Willy Permana (you can also view the original English article)

Ketika anda memutuskan membuka usaha kecil, menghasilkan uang mungkin bukan satu-satunya tujuan, tapi mungkin salah satunya.

Tapi seringkali, terutama di masa-masa awal membuka usaha, uang malah mengalir ke arah sebaliknya. Lebih dari dua pertiga pemilik usaha kecil menginvestasikan "cukup banyak bagian dari tabungan pribadi" ke dalam perusahaannya, menurut survei American Express.

Bahkan ketika pemilik usaha kecil bisa menggaji dirinya sendiri, bisanya kadang-kadang saja, tanpa pemahaman pasti seberapa banyak yang "bisa diambil" dan "semestinya diambil".

How to Pay Yourself From Your BusinessHow to Pay Yourself From Your BusinessHow to Pay Yourself From Your Business
Bagaimana menggaji diri sendiri dari usaha anda. sumber grafis

Maka pada tutorial ini, anda akan mendapat beberapa tips bagaimana menggaji anda sendiri dengan jumlah yang pantas.

Kita akan melihat beberapa cara menggaji diri sendiri, bagaimana memutuskan seberapa banyak yang cukup berdasarkan rentang kriteria, dan bagiamana memastikan anda bisa menyeimbangkan antara membiayai usaha anda dan memenuhi nafkah anda sendiri.

Kita juga akan mengulas secara singkat beberapa implikasi hukum dan pajak. namun perhatikan bahwa aturannya akan sangat bervariasi pada negara yang berbeda dan situasi yang berbeda, jadi untuk masalah yang spesifik akanlah selalu berharga mendapatkan saran profesional dari pengacara atau akuntan yang cukup familar dengan keadaan individual anda.

1. Memahami Beberapa Cara Menggaji Diri Sendiri

Sebagai pemilik usaha, anda dapat menggaji diri anda sendiri dengan beberapa cara. Mari awali dengan menentukan pendekatan utama yang dapat diambil. Tentu saja, tidak harus hanya satu saja: anda bisa jadi akan menggunakan campuran beberapa metode pada waktu yang berlainan.

Metode mana yang akan dipilih tergantung beberapa hal, seperti seberapa sering anda ingin digaji, jenis usaha yang anda jalankan, dan solusi mana yang bagi anda paling efisien pajaknya. Kita akan mengulas beberapa perimbangan ini nantinya, tapi untuk saat ini mari mendapat pengertian yang jelas.

Penarikan Oleh Pemilik

Ketika anda melakukan "penarikan" dari usaha anda, itu adalah aliran sekali putus dari rekening perusahaan ke rekening anda.

Tapi jangan anggap itu sesederhana menulis cek kosong untuk anda pribadi. Itu tetap harus dicatat sebagaimana halnya pembayaran lainnya. Penarikan itu akan diambil dari akun "modal pemilik" pada lembar neraca. Jika perlu penyegaran apa itu lembar neraca, silakan merujuk pada tutorial bagaimana membaca lembar neraca.

Gaji

Anda mestinya akrab dengan istilah ini. Ini adalah cara kebanyakan pegawai dibayar, mendapatkan pembayaran dengan jumlah yang sama setiap bulannya atau tiap periode yang disepakati. Sebagai pemilik usaha, anda juga bisa membayar gaji pada diri anda sendiri sebagai imbalan dari pekerjaan yang anda lakukan.

Dividen

Dividen adalah pembagian sebagian laba usaha kepada pemegang saham. Dividen biasanya dibayarkan berjadwal, seperti sekali atau dua kali per tahun, dan biasanya terkait dengan tingkatan laba. Sebagai contoh, sebuah perusahaan mungkin membayar 5% keuntungannya pada pemegang saham tiap tahunnya, dan menahan sisa keuntungannya untuk diinvestasikan kembali,

Jika anda pemilik tunggal perusahaan, maka anda satu-satunya pemegang saham, sehingga seluruh dividen jadi milik anda. Jika anda memiliki rekan atau investor yang ikut menanamkan modal, mereka juga berhak mendapatkan mendapatkan dividen ketika dividen dibayarkan  Perhatikan juga bahwa dividen hanya bisa dibayarkan dari laba yang didapat, jadi anda harus memastikan perusahaan mengumpulkan cukup laba untuk membayarkan dividen (boleh saja dibayarkan dari laba yang ditahan di tahun-tahun lalu, sekalipun anda merugi pada tahun ini)

2. Gaji Diri Anda Sendiri Dari Laba, Bukan Pendapatan.

Mari mulai dari dasar. Hanya karena uang mengalir masuk ke dalam usaha anda, tidak berarti itu boleh anda ambil begitu saja. Anda juga akan punya pengeluaran yang perlu dibayar, dan pengeluaran ini seringkali datang di kemudian hari. Anda bisa jadi dibayar oleh klien pada hari ini, misalnya, tapi harus membayar sewa ruang kantor pada akhir bulan, lalu membayar tagihan pajak beberapa bulan nanti.

Jadi masuk akal menggaji diri anda sendiri dari laba, bukan pendapatan. Seperti kita lihat pada bagian sebelumnya, dividen hanya dapat dibayar dari laba. Tapi metode mana pun yang anda pilih, sebaiknya gunakan laba sebagai dasar untuk menarik pembayaran, bukan dari pendapatan. Pastikan semua pengeluaran sudah diperhitungkan sebelum menarik uang untuk diri sendiri.

Untuk rincian lebih lanjut tentang perbedaan pendapatan dan laba, lihat tutorial membaca pernyataan pendapatan.

3. Prediksi Aliran Kas Anda

Namun keuntungan bukan satu-satunya pertimbangan. Anda juga perlu memastikan anda memiliki aliran kas yang cukup untuk membayar diri anda sendiri. Jika anda melakukan penarikan dari dana perusahaan dan di kemudian hari ternyata kekurangan uang untuk membayar tagihan usaha, anda mungkin harus mengembalikan uangnya ke dalam perusahaan, yang akan bisa sangat kacau dan juga membuat beban pajak yang sebetulnya tak perlu.

Jadi sebaiknya pastikan anda sudah memperhitungkan segalanya dan menyisihkan sebagian surplus dalam perusahaan untuk memenuhi pengeluaran tak terduga apapun yang muncul di masa datang.

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang memprediksi aliran kas serta perbedaan antara aliran kas dan laba, lihat tutorial berikut ini:

4. Pertimbangan Bentuk Badan Hukum dan Keadaan Pajak

Ketika anda mendirikan usaha, atau di masa awal, anda memilih bentuk badan hukum. Anda mungkin mendirikan CV, Firma, Perusahaan Terbatas, atau mungkin tetap bentuk sederhana sebagai usaha perorangan.

Bentuk badan hukum itu membedakan bagaimana anda menggaji diri anda sendiri. Sebagai contoh, seringkali lebih menguntungkan bagi pemilik perusahaan jika menggaji diri mereka sendiri sebesar-besarnya, karena akan mengurangi laba perusahaan dan oleh karena itu juga mengurangi tagihan pajaknya (walaupun perhatikan juga otoritas pajak biasanya memantau ini dan akan ingin memastikan gaji anda cukup masuk akal - lihat bagian 7).

Karena perbedaan bentuk badan hukum dan perlakuan pajaknya sangatlah bervariasi tergantung yurisdiksi, saya tidak akan terlalu merinci ini. Ini adalah area di mana lebih baik berkonsultasi pada pengacara atau akuntan untuk saran spesifik. Cukup ingat bahwa entitas hukum yang anda pilih akan berdampak pada bagaimana anda menggaji diri sanda sendiri, jadi anda perlu memahami apa saja dampak tersebut.

5. Jaga Penggajian Anda Tetap Teratur

Jika anda memutuskan untuk membayar diri sendiri dengan gaji, tentunya akan ada pembayaran yang teratur. Tapi kalaupun anda memutuskan untuk melakukan penarikan oleh pemilik, adalah praktek yang baik untuk melakukannya dengan jadwal teratur. Bahkan jika jumlahnya bervariasi tergantung laba yang dihasilkan, memiliki jadwal teratur sangat baik untuk tujuan perencanaan.

Ini juga baik untuk keadaan pribadi. Penganggaran bisa jadi sulit ketika pemasukan anda naik-turun; seperti disebutkan pada tutorial tentang penganggaran efektif, jauh lebih mudah ketika anda membuat pemasukan teratur.

Sangat penting khususnya untuk memiliki jadwal tertentu ketika anda memiliki karyawan dan mereka memiliki akses ke rekening. Bisa jadi menurunkan semangat kerja jika karyawan anda melihat anda mengambil uang perusahaan sesuka hati. Lebih baik bagi mereka jika mengetahui jadwal anda, sehingga mereka mengerti pembayarannya memang sah.

Untuk alasan yang sama, anda sebaiknya juga mengikuti metodologi khusus untuk menentukan jumlah pembayaran. Kita akan membahas beberapa cara melakukan itu di bagian berikutnya dan menjawab pertanyaannya.

6. Menentukan Metode dan Jumlah Pembayaran

Seberapa banyak mestinya anda menggaji diri anda sendiri dari usaha kecil anda? Ada beberapa pendekatan yang bisa anda ambil untuk mengatur jumlah yang anda bayarkan.

Satu pedekatan umum adalah melihat bagaimana di kompetitor sejenis. Lakukan riset tentang sebarapa gaji di usaha sejenis, entah sebagai pemilik perusahaan atau jenis kerja yang dilakukan.

Di Amerika Serikat, anda bisa menemukan perbandingan gaji di laman Small Business Administration's Income Statistics. Anda juga bisa mencari di website seperti Payscale.com. Jangan lupa mempertimbangkan perbedaan wilayah -- di banyak negara, ada perbedaan besar antara gaji di ibukota dan kota kecil.

Pilihan lainnya adalah menggaji diri anda sendiri sekian persen dari laba. Itu tidak berarti pemasukan anda harus berfluktuasi sesuai laba tiap bulan. Bisa saja jumlahnya tetap, tapi berdasarkan perkiraan laba untuk tahun berjalan.

Jika anda perkirakan usaha anda menghasilkan laba Rp 100.000.000 tahun ini, anda bisa menentukan separuhnya jadi gaji anda, sehingga jumlahnya Rp 50.000.000. Gaji anda tiap bulannya menjadi Rp 50.000.000/ 12, atau Rp 4.166.667.

Ketika menetapkan jumlahnya, penting untuk menyeimbangkan antara memenuhi keperluan segera anda dan investasi untuk pertumbuhan. Anda tidak ingin memberi tekanan finansial pada diri sendiri, tapi anda juga perlu meninggalkan uang yang cukup dalam usaha untuk mendanai pertumbuhannnya (dan juga menutupi biaya-biaya, seperti disebutkan sebelumnya).

Jika anda dalam masih awal serta laba masih kecil atau tidak ada sama sekali, cobalah meminimalkan jumlah yang anda ambil. Harapannya anda sudah membuat rencana break-even untuk usaha anda serta menyisihkan tabungan atau membuat sumber pemasukan alternatif untuk menutupi jangka waktu tertentu sebelum perusahaan mulai menghasilkan laba yang cukup.

7. Pastikan "Masuk Akal"

Seperti disebutkan sebelumnya, bentuk badan hukum tertentu mempunyai dampak pajaknya sendiri, dan tentunya anda ingin menggaji diri sendiri dengan cara yang pajaknya paling efisien.

Tapi di Amerika Serikat dan negara-negara lainnya, otoritas pajak juga akan memantau seberapa banyak yang anda bayarkan untuk memastikan anda tidak mengakali sistem. Jika bayaran anda tidak sesuai dengan bayaran orang lain untuk kerja yang serupa di usaha sejenis, maka anda mungkin akan dikenakan penyelidikan ataupun penalti.

"Masuk akal", tentunya adalah istilah yang sulit didefinisikan, tapi ini berarti anda perlu untuk setidaknya meriset berapa gaji di perusahaan lainnya (lihat bagian sebelumnya) dan memiliki pembenaran untuk gaji anda serta bagaimana kaitannya dengan kerja yang anda lakukan.

8. Selalu Bayar Karyawan Anda Terlebih Dahulu

Dalam tutorial ini, kita telah banyak berbicara tentang menggaji diri anda sendiri, tapi bagaimana tentang dalam situasi tertentu anda semestinya tidak menggaji diri sendiri?

Jika perusahaan anda sedang dalam kesulitan keuangan dan anda kesulitan membayar tagihan, maka anda sebaiknya menunda bayaran anda sementara waktu. Yang pasti karyawan anda perlu dibayar dulu sebelum anda. Jika gaji mereka ditunda dan mereka melihat anda mendapat gaji, anda akan melihat mereka segera mengirim resume mereka ke perusahaan lain.

Dalam kondisi serupa, jika anda terlambat membayar pinjaman atau membayar tagihan pemasok, bukanlah waktu yang baik mengambil uang untuk keperluan pribadi.

Harapannya ini adalah kemunduran sementara, sehingga anda bisa mendapatkan bayaran kembali ketika krisisnya telah berlalu. Jika anda benar-benar bergelut dengan hutang, lihat tutorial terbaru saya untuk tips keluar dari hutang.

Ini adalah beberapa keadaan di mana anda semestinya tidak menggaji diri sendiri. Secara umum, kita bicara tentang krisis keuangan yang cukup serius. Tapi dalam keadaan usaha normal naik-turun sehari-hari, tidak perlu membuat bayaran anda sendiri ikut naik-turun juga. Selama keadaannya tidak terlalu buruk, cobalah menjaganya tetap rata.

Kesimpulan

Dalam tutorial ini, anda telah melihat beberapa pendekatan berbeda untuk menggaji diri anda sendiri. Anda mengetahui perbedaan antara penarikan dan dividen, antara menggaji diri sendiri dari pendapatan dan laba, metode yang bisa anda gunakan untuk menentukan bayaran, dan sebagainya.

Sekarang anda telah dalam posisi untuk lebih metodik dan konsisten dalam menggaji diri anda sendiri. Pendekatan mana pun yang anda pilih dan jumlah berapa pun yang anda tentukan, yakinlah anda telah membuat keputusan yang benar untuk anda sendiri dan kesehatan usaha anda.

Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.