Unlimited WordPress themes, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Business
  2. Interviews
Business

Jawaban Terbaik Untuk 20 Pertanyaan Wawancara Yang Paling Umum

by
Length:LongLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Mendatangi sebuah wawancara terasa seperti kamu sedang ikut tes dengan tanpa jawaban yang pasti tentang benar dan salah.

Jadi hal terbaik yang dapat kamu lakukan adalah menemukan pertanyaan umum wawancara, dan jawaban yang dicari perekrut. Artikel ini berfungsi sebagai cheat sheet untuk itu. Jadi, kamu dapat memasuki wawancara berikutnya dengan persiapan yang baik.

How will you answer the most common job interview questions graphic
Bagaimana kamu akan menjawab pertanyaan wawancara yang paling umum? Apakah kamu mempersiapkan diri? (sumber grafis)

Bagaimana Menjawab Pertanyaan Wawancara Tentang Dirimu Sendiri

Berikut adalah beberapa pertanyaan wawancara yang paling umum yang perlu kamu persiapkan jawabannya terkait dirimu. Akan membantu untuk mengenal kekuatanmu dan mengapa kamu harus dipilih untuk pekerjaan itu.

1. Ceritakan Tentang Diri Anda

Salah satu pertanyaan wawancara yang paling umum. Itu tampak seperti pertanyaan yang bersahabat dan ramah, namun kenyataannya perekrut hanya ingin melihat bagaimana kamu menyampaikan versi terbaik dirimu.

Itu bukanlah tawaran untuk membaca resumemu. Michele Mavi, Direktur Internal Recruiting di Atrium Staffing menambahkan,

"Karena itu adalah pertanyaan yang luas dan terbuka, kandidat cenderung berbicara tak teratur. Mereka berbicara tentang kehidupan profesionalnya dalam istilah umum dan berakhir dengan mengulang resumenya".

Berikan sebuah cerita namun pastikan itu memiliki sebuah awal, pertengahan, dan akhir yang jelas.

  • Awalan: Sebuah rangkuman satu kalimat tentang sorotan karirmu.
  • Pertengahan: Sebuah daftar tiga hal tentang skill dan pencapaian yang juga relevan dengan peran itu.
  • Akhiran: Simpulkan ceritamu pada sebuah catatan dengan penjelasan singkat mengapa kamu sebuah gerakan.

2. Mengapa Kami Harus Memilihmu?

Pertanyaan ini muncul dalam bentuk yang mirip dengan ini: "Kami menerima lamaran dari banyak kandidat yang kualifikasinya bagus. Jadi mengapa kami harus memilihmu?"

Hati-hati dengan yang satu ini. Itu sebuah jebakan! Jangan biarkan ini merusak rasa percaya dirimu. Mereka mewawancaraimu, jadi itu berarti kamu adalah salah satu dari 'kandidat yang kualifikasinya bagus' itu.

Ambil pertanyaan ini sebagai sebuah peluang untuk membagikan cerita sukses. Ceritakan bagaimana kamu menyelesaikan salah satu tantangan yang mereka alami saat berada di pekerjaan sebelumnya, atau yang menjelaskan bagaimana skillmu cocok dengan uraian jabatan mereka.

3. Apa Kekuatan Terbesarmu?

Bagikan sebuah cerita tentang kamu menampilkan kekuatan nomor satu yang dihargai perusahaan. Kamu harus sudah mendapatkan informasi ini ketika menyelidiki perusahaan itu.

Contoh jawaban dari Michelle Riklan, Penulis Resume Profesional Bersertifikat dan Pelatih Karir.

"Saya suka berbicara dengan orang. Saya telah mempelajari bagaimana menangani kepribadian pelanggan yang berbeda-beda setelah lima tahun dalam layanan konsumen. Sementara sales rep lainnya malu menghadapi pelanggan yang susah diyakinkan, namun saya mengambilnya sebagai tantangan untuk meningkatkan permainan".

Tip Bonus: Mulailah dengan titik lemahmu jika kamu ditanya tentang kekuatan dan kelemahan pada waktu yang sama. Dengan cara ini jawabanmu berakhir dengan catatan positif.

4. Bagaimana Orang Mendeskripsikan Dirimu?

Ini adalah satu pertanyaan wawancara lainnya yang tidak harus kamu hadapi terang-terangan. Pewawancara tidak ingin kamu berbicara tentang apa yang dipikirkan oleh temanmu tentang dirimu.

Pertanyaan ini merupakan kesempatanmu untuk membedakan dirimu dari kandidat lain.

Kemampuan komunikasi yang bagus itu umum, namun bagaimana kamu sebagai pendengar yang baik? Beritahukan pewawancara bagaimana kemampuan mendengar membantumu membuat penjualan, atau menenangkan konsumen yang marah.

Kerja keras juga merupakan kemampuan yang umum lainnya. Namun kebanyakan pelamar hanya membagikan cerita bagaimana ketabahan membayar lunas karir mereka. Menonjollah dari kelompok itu dengan berbagi bagaimana kamu membantu meringankan beban kerja tim atau bosmu.

5. Bagaimana Kamu Menangani Stress?

Kandidat seringkali menganggap enteng pertanyaan ini dengan jawaban seperti, "Saya sarapan dengan stress" atau "Saya unggul di bawah tekanan". Sementara jawaban tersebut terdengar benar, itu tidak menjawab pertanyaannya.

Beritahu pewawancara tepatnya apa yang kamu lakukan. Apakah kamu bermeditasi, makan cokelat, atau berolahraga? Metode pilihanmu tidak menjadi masalah. Pewawancara hanya ingin mengkonfirmasi bahwa kamu memiliki cara yang sehat untuk menangani stress.

6. Apa Yang Membuatmu Bangun Di Pagi Hari?

Pertanyaan ini memberi tahu pewawancara jika kamu memiliki rencana menyeluruh dalam hidup.

Jimi Shabir, Managing Director Bootcamp Media, memberikan contoh ini:

Saya bangun setiap pagi dengan goal yang terbarukan, entah itu kehidupan pribadi atau pekerjaan. Satu hari goal saya bisa berupa meningkatkan desain website kami, hari berikutnya mungkin berganti ke meningkatkan saluran pemasaran. Goal yang lebih kecil datang bersama untuk menyampaikan nilai uang bagi pelanggan kami".

7. Apa Yang Kamu Lakukan Di Waktu Luang?

Jawabanmu menunjukkan jika kamu seorang workaholic atau memiliki keseimbangan kerja-hidup yang sehat. Jawaban yang benar menunjukkan baik dedikasi dalam berkerja dan hobby lainnya yang menyegarkan pikiran pada hari liburmu.

Menghabiskan terlalu banyak waktu untuk berkerja tidak sehat dan tidak produktif; begitu banyak pemberi kerja memilih memperkerjakan seseorang yang tahu kapan tidak terlibat.

Evan Harris, Head of HR untuk HD Equity Partner mengatakan, "Penting untuk menunjukkan bahwa kamu memiliki minat lainnya di luar kerja. Dan itu juga menunjukkan bahwa jika kamu akan cocok untuk budaya korporasi perusahaan".

Bagaimana Menjawab Pertanyaan Wawancara Tentang Kualifikasimu

Dalam section ini, kita memiliki pertanyaan dan jawaban wawancara kerja yang lebih umum lagi. Ini spesifik terhadap kualifikasimu, seperti pelatihan, keahlian, dan perbandingan terhadap kandidat lain yang diwawancarai untuk posisi ini.

8. Jenis Pelatihan atau Kualifikasi Apa Yang Kamu Punya?

Pertanyaan ini sering ditanyakan ketika seorang pewawancara ragu kamu dapat memenuhi persyaratan minimal mereka.

Bagaimana menjawab ini, jika kamu tidak memiliki kualifikasi pendidikan namun banyak pengalaman kerja:

"Sementara saya tidak memiliki pelatihan sekolah formal untuk pekerjaan ini, saya memiliki lebih dari semestinya untuk x tahun pengalaman kerja di bidang ini. Saya orang yang cepat belajar, dan saya mau menjalani pelatihan lebih banyak jika saya ditawari pekerjaan ini."

Jika kamu seorang lulusan baru namun memiliki sedikit atau tidak ada pengalaman:

Saya baru saja menyelesaikan x bulan magang di (Nama Perusahaan), yang memberikan pengalaman di (tugas terkait kerja 1) dan (tugas terkait kerja 2). Saya juga menyelesaikan (gelar) di (Nama Sekolah), dimana saya mempelajari tentang (industri). "

Pelajari lebih lanjut tentang bagaimana mendapatkan pelatihan yang kamu perlukan dalam pekerjaanmu:

9. Apa Yang Dapat Kamu Lakukan Yang Tidak Bisa Dilakukan Oleh Kandidat Lain?

Jangan membandingkan dirimu langsung dengan kandidat lain. Tidak ada cara untuk memastikan jika kamu lebih baik dari yang lain. Sebagai gantinya, rangkum kekuatan utamamu dan bagaimana itu cocok dengan persyaratan posisi.

Other job interview candidates are also likely to be interviewed
Sejumlah kandidat yang akan diwawancarai untuk sebuah posisi terbuka. (sumber grafis)

Bagikan campuran yang bagus antara tiga hingga empat skill terkait kerja, diikuti dengan bukti yang mendemonstrasikan skill tersebut untuk membantumu menonjol. Termasuk:

  • Skill khusus yang membuatmu menonjol
  • Pengetahuan industri yang diperoleh dari bertahun-tahun pengalaman
  • Hubungan industri-poin penjualan yang sempurna untuk posisi sales dan eksekutif
  • Pertumbuhan atau tabungan yang diperoleh dalam pekerjaan terakhir
  • Course khusus atau pelatihan bersertifikat yang telah kamu selesaikan

Bagaimana Menjawab Pertanyaan Wawancara Tentang Karirmu

Sekarang mari kita lihat pada pertanyaan wawancara yang paling umum dan jawabannya tentang karir kamu. Kamu perlu memiliki persiapan jawaban yang bagus untuk pertanyaan terkait gaji, mengapa kamu meninggalkan pekerjaan terakhir, dan apa goal karir kamu.

10. Berapa Gajimu Dalam Pekerjaan Terakhir?

Ini adalah pertanyaan yang sulit. Pada satu sisi, kamu ingin jujur dan mencari tahu jika pekerjaan itu membayar dalam rentang target gajimu. Di sisi lain, kamu tidak ingin dikeluarkan dari kelompok kandidat terlalu cepat.

Cobalah Strategi Dua Langkah Ini

Pertama, belokkan pertanyaan itu dan katakan kamu lebih peduli tentang menemukan pekerjaan yang tepat.

"Sekarang ini, saya lebih mempedulikan tentang menemukan pekerjaan yang cocok. Jika saya dapat membantumu mengembangkan perusahaan ini, sembari mempelajari skill baru dalam peran ini, saya yakin kita dapat menegosiasikan gaji yang adil untuk kita berdua."

Jika pewawancara memaksa, berikan mereka rentang gaji bersama dengan informasi tentang tawaran pekerjaan lainnya, jika ada. Ini membantumu tampak lebih berharga sebagai kandidat, dan itu adalah cara yang bagus untuk mengambil keuntungan perusahaan yang tidak menginginkan kehilangan bakat ke kompetitor mereka.

"Gaji saya berkisar antara $55,000 hingga $60,000 namun saya sedang dalam pembicaraan dengan sebuah perusahaan yang membayar (judul pekerjaan) $58,000."

Dalam bagian kedua kalimat ini, kamu tidak mengatakan kamu memiliki sebuah tawaran pekerjaan. Alih-alih, kamu hanya mengatakan wawancara berjalan baik dan posting pekerjaan mereka mengatakan itu membayar $58K. Pelajari lebih lanjut bagaimana menegosiasi gaji pekerjaanmu:

11. Mengapa Kamu Ingin Meninggalkan Posisimu Sekarang?

Pewawancara ingin mengetahui jika kamu seorang kutu loncat, atau jika kamu digeser dalam peran terakhirmu.

Kamu akan tampak lebih baik jika responmu tidak membuatmu tampak putus asa—bahwa kamu meninggalkan peranmu dalam pencarian tantangan baru, bukannya memerlukan slip gaji. Jangan menjelek-jelekkan pemberi kerja terakhirmu juga:

Bagaimana Menjawab Pertanyaan Wawancara Tentang Jabatan Terakhirmu:

"Saya senang dengan jabatan saya saat ini. Namun karena saya ingin bertumbuh, saya selalu membuka mata terhadap tantangan dan peluang baru. Jabatan ini tampaknya masuk kriteria itu."

Jika kamu di-PHK, jujur saja. Pewawancara tahu ini terjadi, dan dalam kebanyakan kasus itu bukan salahmu. Beritahu mereka apa yang kamu pelajari karena itu, dan bagaimana kamu berupaya untuk berkerja dengan tim baru.

Cherry Palmer, mantan Konselor Karir di Departemen Tenaga Kerja dan Pelatih Karir Bersertifikat menyarankan naskah ini,

"Karena kesulitan ekonomi, perusahaan saya dipaksa untuk melakukan PHK 10% tenaga kerjanya, dan saya salah satunya yang terdampak."

12. Kapan Kamu Dapat Memulai?

Itu tidak berarti kamu mendapatkan pekerjaannya, jadi jangan terlalu percaya diri.

Pewawancara seringkali menanyakan pertanyaan ini karena posisi yang mereka cari perlu diisi pada atau sebelum tanggal tertentu.

Jika kamu sedang berkerja, jujurlah dan katakan jika perusahaan memerlukan pemberitahuan dua minggu atau 30 hari sebelumnya.

13. Ceritakan Tentang Jalan Karirmu. Bagaimana Kamu Sampai Di Sini Dan Kemana Rencana Kamu Nantinya?

Christy Hopkins, HR Consultant di Fit Small Business mengatakan, "Kandidat harus mempersiapkan diri untuk menjelaskan mengapa mereka pindah perusahaan, berganti jabatan, atau memiliki jeda dalam masa kerja."

Secara ideal, jawabanmu harus membentuk sebuah narasi yang jelas yang menyoroti pertumbuhanmu dari satu peran ke peran lain, berakhir dengan apa yang kamu rencanakan berikutnya.

Jika kamu pindah karena ribut dengan pemberi kerja atau bos yang jelek, lewatkan itu. Fokus pada apa yang kamu pelajari dalam peranmu, bahkan jika itu adalah sebuah pelajaran dalam menangani ketidaksetujuan dengan bosmu.

14. Dimana Kamu Melihat Dirimu Dalam Lima Tahun?

Jujurlah, pertanyaan ini bukan hanya untuk menguji loyalitasmu pada sebuah pemberi kerja potensial. Pewawancara juga ingin mengetahui jika kamu memiliki goal karir yang realistis berdasarkan skill dan kinerjamu.

Jika kamu bilang kamu ingin menjadi Direktur Regional dalam lima tahun namun tidak memiliki pencapaian yang menjanjiikan atau inisiatif untuk mengambil kursus kepemimpinan, itu adalah sebuah petunjuk bahwa kamu akan mengundurkan diri jika tidak dipromosikan dalam setahun atau dua tahun.

Sebelum menjawab pertanyaan ini, pikirkan tentang jalur karir pekerjaan yang kamu lamar. Berapa waktu yang realistis bagi orang untuk dipromosikan dalam jabatan itu?

Bagaimana Menjawab Pertanyaan Wawancara Tentang Rencana Karir 5 Tahun:

"Saya bersemangat tentang jabatan Desainer Grafis ini di ABC Company karena dalam lima tahun, saya akan memiliki portofolio yang menarik dari berbagai jenis klien. Saya tahu itu sesuatu yang dapat saya lakukan jika berkerja di sini. Saya juga mengharapkan kemungkinan untuk mengambil lebih banyak tanggung jawab, dan bahkan mengambil alih beberapa proyek desain baru."

15. Apa Pekerjaan Impianmu?

Ketika ditanya tentang rencana 5 tahun, banyak kandidat cepat berbicara tentang tujuan mereka untuk dipromosi dengan perusahaan tempat mereka diwawancara. Pertanyaan ini mengungkapkan apa itu benar atau salah.

Pewawancara mencoba melihat jika pekerjaan ini bagian dari goal profesionalmu, atau hanya sebuah cara untuk membayar tagihan. Passionmu untuk pekerjaan mempengaruhi kinerja dan loyalitasmu terhadap perusahaan.

Untuk beberapa pelamar, jabatan yang mereka lamar seringkali bukan pekerjaan impian mereka namun sebagai batu loncatan menuju itu. Jika kasusnya seperti itu, berikut bagaimana kamu dapat menjawabnya:

"Saya telah menyebutkan pengalaman saya dengan [skill yang kamu suka namun juga diperlukan untuk jabatan targetmu]. Pekerjaan impian saya akan tentunya tentang menggunakan dan meningkatkan skill tersebut."

16. Mengapa Kamu Tertarik Dengan Pekerjaan Ini?

Jawaban umumnya terhadap pertanyaan ini befokus pada bagaimana pekerjaan itu cocok dengan goal karir kandidat. Bagus bahwa kamu memiliki sebuah rencana, namun pewawancara lebih tertarik dalam bagaimana kamu akan memberi nilai tambah bagi perusahaan.

Sarah Dowzell, COO Natural HR mengatakan, "Selalu menarik untuk melihat jika responnya hanya berfokus pada peran itu sendiri, atau meluas hingga mencantumkan informasi dan riset yang kandidat lakukan tentang perusahaan kami."

Hubungkan jawabanmu dengan tujuan organisasi, dan bagaimana kamu akan membantu mereka mencapai goal tersebut setelah kamu menjadi bagian dari tim. Jika bisa, bagikan contoh bagaimana kamu berkontribusi dalam memenuhi goal perusahaanmu yang lama.

Pertanyaan-Pertanyaan Lainnya

Ada sejumlah pertanyaan tambahan seputar wawancara kerja umum dan jawaban yang perlu kamu persiapkan, dimana ini dapat bervariasi. Kami memiliki beberapa contoh di bawah. Dan kamu juga perlu mempersiapkan untuk mengajukan pertanyaan dalam wawancara.

17. Apa Yang Kamu Pikirkan Tentang Berkerja Dalam Sebuah Grup?

Pewawancara ingin mengetahui jika kamu dapat cocok dengan calon tim kerjamu. Bagikan sebuah contoh kamu berkerja dan sukses dalam pengaturan grup. Jelaskan bagaimana tim kerjamu memiliki skill dan kepribadian yang berbeda, dan bagaimana perbedaan itu melengkapi pekerjaan anggota tim lainnya.

18. Bagaimana Kamu Tahu Tentang Lowongan Ini?

Kandidat seringkali mempelajari tentang lowongan pekerjaan melalui info dan pameran pekerjaan. Itu normal. Namun itu juga menunjukkan bahwa kamu tidak memiliki passion yang sebenarnya tentang perusahaan itu. Kamu hanya melamar karena mereka memiliki lowongan dalam jabatan targetmu namun kamu tidak tahu apa-apa tentang mereka.

Oke-oke saja untuk mengetahui bahwa kamu menemukan lowongan secara online. Hanya saja jangan berhenti di situ. Beritahukan pewawancara kamu telah menyelidiki nilai-nilai perusahaan, produk, dan proyeknya. Dan itu yang membuat berkerja di perusahaan itu lebih menarik bagimu.

19. Apakah Kamu Punya Pertanyaan?

Mengakhiri interview tanpa menanyakan sebuah pertanyaan menunjukkan kurangnya minat yang tulus untuk pekerjaan itu. Namun menanyakan pertanyaan yang dapat dijawab dengan membaca website perusahaan bahkan lebih parah lagi. Itu menunjukkan betapa kurangnya persiapanmu untuk wawancara.

Sebagai gantinya, siapkan beberapa pertanyaan untuk ditanyakan ke pewawancara mendekati akhir diskusimu. Itu di luar dari pertanyaan rutin "apa langkah berikutnya?", tentu saja.

Itu Bukan Tentang Kamu

Kamu orang yang diwawancara, namun kenyataannya itu bukan tentang kamu. Itu tentang perusahaan yang sedang kamu lamar—kebutuhan, goal, dan tantangan mereka. Bicaralah tentang pengalamanmu namun selalu kaitkan dengan pekerjaan yang ditargetkan.

Untuk informasi lebih lanjut tentang wawancara kerja, periksa panduan-panduan ini:

Juga, jika kamu mempersiapkan diri untuk melamar pekerjaan baru, maka lihatlah panduan komprehensif kamu dalam membuat resume yang bagus, atau kunjungi Envato Market untuk menjelajahi template resume profesional kami. Dengan cara itu, kamu dapat menempatkan dirimu yang terbaik ketika mengirimkan lamaran pekerjaan.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.