Advertisement
  1. Business
  2. Brainstorming

18 Aturan Brainstorming Untuk Membantu Menginspirasi Lebih Banyak Ide Kreatif

by
Read Time:12 minsLanguages:
This post is part of a series called The Ultimate Guide to Better Brainstorming Techniques.
How to Run an Effective Brainstorming Session
19 Top Brainstorming Techniques to Generate Ideas for Every Situation

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Brainstorming adalah cara hebat untuk menghasilkan banyak ide dalam waktu yang singkat.

Pada prosesnya, jika dilakukan dengan benar, brainstorming dapat membangun koneksi yang baik di antara anggota timmu. Orang-orang yang dilibatkan dalam sesi brainstorming mungkin juga merasa bahwa ide mereka benar-benar dihitung—yang dapat membawa pada keterlibatan yang lebih besar dan lebih energetik.

Namun bagaimana pun juga, semua manfaat ini tidak berarti  apa-apa jika brainstorming salah dikelola. Nyatanya, sebuah sesi brainstorming dapat membimbing pada frustrasi dan perpecahan. Dengan kata lain, sesi brainstorming yang jelek lebih buruk daripada tidak ada sesi brainstorming sama sekali.

Brainstorming bukanlah ilmu roket, namun brainstorming yang sukses mengikuti beberapa aturan penting. Ikuti aturan-aturan ini dan kamu akan membantu membangun tim yang lebih kuat dan produk atau layanan yang lebih baik. Abaikan aturan-aturan ini dan... hasil negatif ada di depanmu!

Aturan yang pertama dan paling penting untuk brainstorming memulai dengan baik bahkan sebelum pertemuan brainstorming dijadwalkan, sehingga kamu memastikan kamu mempersiapkan kesuksesan sesi. Ada juga panduan yang tidak terbantahkan untuk diikuti agar timmu tetap pada jalur dan ide bagus mengalir.

Brainstorming rules that help generate ideasBrainstorming rules that help generate ideasBrainstorming rules that help generate ideas
Aturan-aturan brainstorming yang membantu menghasilkan banyak ide kreatif dan relevan. (sumber grafis)

Dengan mengikuti 18 aturan brainstorming ini, kamu akan mendapatkan ide yang lebih kreatif dan dapat dilakukan dan tim yang kohesif dan termotivasi berkerja bersama-sama. Juga, kamu dapat memulai dengan metode yang benar untuk sukses.

Persiapan (Sebelum Menjadwalkan Sesi Brainstorming)

Berikut adalah beberapa aturan brainstorming tahap awal untuk diikuti. Sebelum kamu memulai sesi brainstorming, pastikan kamu memiliki goal dan masalah yang jelas untuk diatasi—yang akan memberikan manfaat dari ide brainstormingmu. Kamu juga perlu seorang fasilitator yang bagus, tim yang cocok, dan pengaturan yang ideal untuk memaksimalkan sesi ini.

1. Miliki Pertanyaan Atau Goal Yang Jelas Dan Dapat Dilakukan

Garis bawah, jika kamu tadi tahu tepatnya mengapa kamu merencanakan sebuah pertemuan brainstorming, kamu tidak seharusnya merencanakan pertemuan brainstorming. Ini adalah aturan penting brainstorming untuk diikuti. Goal-mu hendaklah cukup sederhana untuk dinyatakan dalam kalimat tunggal dan cukup jelas untuk dipahami oleh setiap orang yang terlibat.

Itu juga hendaklah dapat dilakukan. Ketika kamu menyelesaikan sesi brainstorming, kamu harusnya memiliki set ide segar dalam meningkatkan atau mengubah sesuatu. Tentu saja, itu berjalan tanpa mengatakan bahwa sebuah pertanyaan ya/tidak  ("haruskah kita menghilangkan dress code perusahaan?") bukanlah kandidat brainstorming yang pantas!

Tujuan brainstorming yang buruk:

Mendiskusikan permasalahan yang kita hadapi dimana kita mencoba menyediakan layanan pelanggan bermutu tinggi bagi orang-orang yang membeli produk kita. Memahami permasalahan yang hadir pada pelanggan, dan mengembangkan ide untuk meningkatkan produk dan layanan yang kita sediakan.

Bayangkan mengambil goal pada ukuran ini tanpa ide yang jelas dalam arah tujuan dan tidak ada goal akhir yang dapat dilakukan! Brainstorming akan membawa pada daftar besar permasalahan terkait dengan banyak produk, layanan dan kekacauan layanan pelanggan—tanpa ide yang jelas tentang apa yang harus dilakukan untuk menangani kekacauan itu.

Tujuan brainstorming yang bagus:

Perubahan apa yang dapat kita buat pada prosedur layanan pelanggan yang akan memperpendek waktu tunggu pelanggan dan meningkatkan kepuasan pelangan?

Ini adalah goal yang dapat diperhatikan oleh pelaku brainstorming secara efektif. Itu memiliki tujuan yang jelas. Di akhir sesi brainstorming, group yang menangani permasalahan ini akan memiliki daftar ide yang nyata dan dapat dilakukan untuk perubahan positif.

2. Pastikan Pertanyaan Atau Goal Sesuai Untuk Brainstorming

Brainstorming bukanlah jawaban yang tepat untuk tiap pertanyaan. Ya, itu dapat mendorong kreatifitas dan partisipasi, namun hanya jika ide peserta benar-benar diperlukan dan akan benar-benar diterapkan.

Jika kamu atau tim-mu telah membuat keputusan atau bergerak maju dengan arah yang kreatif, brainstorming dapat menjadi sebuah latihan dalam kesia-siaan. Lebih buruk lagi, itu dapat menyebabkan anggota tim merasa mereka dimanipulasi daripada terlibat.

Periksa ulang bahwa permasalahan atau pertanyaanmu akan mendapatkan manfaat dari sesi brainstorming sebelum melanjutkan.

3. Sewa (Atau Jadilah) Fasilitator Yang Luar Biasa

Kecuali jika kamu memiliki pelatihan dalam bagaimana memfasilitasi pertemuan brainstorming, jangan lakukan itu. Brainstorming memanggil seseorang yang dapat mengelola kepribadian, mengkristalkan ide agar tampak jelas, menginspirasi kerja tim, menjaga percakapan mengalir, dan menarik kesimpulan yang dapat diubah menjadi daftar tugas.

Tanpa fasilitator yang benar, sesi brainstorming dapat berakhir membingungkan tim dan membuang-buang waktu. Pastikan kamu memiliki fasilitator yang bagus untuk menjalankan sesi brainstorming sebelum kamu mulai.

4. Pilih Peserta Yang Tepat

Brainstorming hanya berkerja ketika orang yang terlibat mengerti permasalahan dan dapat berbicara secara cerdas tentang solusi potensial pada permasalahan atau jawaban atas pertanyaan itu. Jika pertanyaan atau permasalahan tidak dapat dikenali secara efektif oleh group brainstorming, kamu mungkin akan mengalami tim yang sangat frustrasi.

Sebagai contoh, jika permasalahan dengan pengiriman produk terkait dengan permasalahan gabungan yang benar-benar di luar kendalimu, tidak ada gunanya mengumpulkan group untuk bertanya "bagaimana kita dapat meningkatkan pengiriman produk".

Bring the right group together for your brainstorming sessionBring the right group together for your brainstorming sessionBring the right group together for your brainstorming session
Bawa group yang tepat untuk sesi brainstorming.

5. Pilih Waktu dan Tempat Terbaik

Kamu tahu timmu dan prioritas organisasimu, sehingga kamu tahu apakah sekarang waktu yang tepat untuk mengatur sebuah acara "ekstra" yang akan memakan waktu dan energi dari deadline yang penting.

Kamu juga tahu apa yang diperlukan untuk mengatur, membayar, dan pergi ke luar. Gunakan pengetahuanmu untuk memilih sebuah waktu ketika timmu cukup rileks. Juga, pilih lokasi yang mudah dicapai dan kondusif terhadap interaksi yang positif dan rileks.

Mempersiapkan Kesuksesan Sesi Brainstorming

Kamu telah menentukan bahwa brainstorming adalah pilihan yang sesuai. Kamu memiliki pertanyaan atau goal yang bagus untuk sesi brainstorming. Kamu menemukan fasilitator yang bagus, sebuah tempat yang menakjubkan, dan peserta yang ideal. Kerja bagus! Sekarang waktunya mempersiapkan panggung kesuksesan.

Dengan menentukan secara jelas proses, aturan dasar, jadwal, dan hasil yang diantisipasi, kamu akan mempersiapkan peserta untuk sebuah pengalaman positif. Berikan sesi irama dan arah yang benar yang diperlukan dengan mengikuti aturan brainstorming berikut.

6. Sediakan Informasi Tentang Tempat, Rencana, dan Jadwal

Mungkin terdengar konyol, namun kebanyakan orang paling senang ketika mereka tahu tempat kamar mandi, kapan waktu coffee break, menu makan siang, dan kapan mereka bisa pulang.

Jika tidak menyediakan informasi dasar, pesertamu akan menghabiskan banyak waktu brainstorming menanyakan sebelahnya "kapan makan siang?" atau "dapatkah saya pulang pukul 4:00?" Pesertamu juga perlu tahu seberapa lama waktu yang ditentunkan untuk mencairkan suasana, brainstorming, berbagi, dan merencanakan tindakan mendatang.

7. Tentukan Aturan Penting

Kamu atau fasilitatormu hendaklah sangat jelas tentang penentuan aturan dasar, khususnya dalam group yang melibatkan orang pada level manajemen yang berbeda (atau kepribadian yang luas).

  • Libatkan Semua Orang - Brainstorming hendaklah selalu melibatkan setiap anggota group—yang berarti bahwa setiap orang hendaklah diharapkan berpartisipasi.
  • Tunda Penilaian - saran brainstorming hendaklah selebar mungkin, dan tidak boleh ada pertanyaan atau penilaian hingga setelah proses kreatif selesai. Jelaslah bahwa bahkan "kenyataan membenarkan" ("kami tidak memiliki anggaran untuk itu!") hendaklah dihindari hingga semua ide dikumpulkan. Memutar bola mata dan bertukar ekspresi wajah negatif dihitung sebagai penilaian.
  • Hilangkan Gangguan - Kamu juga mungkin ingin aturan spesifik tambahan terkait penggunaan laptop dan ponsel, dimana mereka dapat mengganggu dan, dalam beberapa situasi, dapat digunakan untuk berkomunikasi secara diam-diam.

8. Perjelas Tujuan dan Prosedur Brainstorming

Brainstorming dapat ditangani dalam banyak cara berbeda. Fasilitatormu mungkin ingin membuka terhadap ide, atau memanggil individu satu demi satu. Dia mungkin menyarankan bahwa peserta menuliskan ide atau memperluas dari pemikiran dan saran orang lainnya. Pastikan setiap orang mengerti apa yang akan terjadi, apa tujuannya, dan seberapa lama tiap segmen akan berakhir.

9. Cairkan Suasana Dalam Cara Yang Menyenangkan Dan Positif

Brainstorming hendaklah tidak menjadi proses yang menakutkan atau membuat depresi. Biarkan peserta tahu bahwa mereka dapat dan seharusnya bersenang-senang, dan memulai proses dengan aktifitas mencairkan suasana yang mendorong kreatifitas dan kerjasama. Mencairkan suasana dapat juga menjadi tool yang bagus untuk membangun kenyataan bahwa, selama brainstorming, ide setiap orang memiliki nilai yang sama.

Mendorong Kreatifitas Dalam Sesi Brainstorming

Jika konten pertanyaanmu dan sifat pesertamu adalah kreatif, kamu mungkin tidak memiliki masalah dalam memperoleh byk ide inovatif. Jika itu bukan masalahnya, groupmu mungkin tampak "mengering" dengan cepat. Kamu (atau fasilitatormu) hendaklah memiliki tool untuk mengisi ulang proses kreatif.

10. Gunakan Menulis Sebagai Alat Untuk Menginspirasi Partisipasi dan Persetujuan

Tidak peduli seberapa bagus kamu menentukan aturan dasar, beberapa orang akan terintimidasi oleh yang lainnya, atau merasa cukup bergaul. Brainwriting adalah tool bagus untuk melibatkan peserta dalam pembuatan ide tanpa nama. Itu juga cara yang bagus untuk mendukung proses membangun ide. Persiapkan kertas dan pensil, karena kamu mungkin akan memerlukannya. Pelajari bagaimana memulai dengan brainwriting:

11. Bersiap Dengan Aktifitas Yang Memancarkan Kreatifitas

Adalah satu hal untuk mengatakan "jangan menilai sebuah ide"; merupakan hal lainnya untuk menghindari berpikir "ide itu tidak akan pernah berhasil", atau membagikan kenyataan seperti "IT mengatakan bahwa itu tidak dapat dilakukan". Untuk menjaga group tetap fokus pada pemikiran positif dan kreatif, miliki kemungkinan ini:

Brainstorming Terbalik

Tanyakan group "bagaimana kamu akan mencapai hasil yang berlawanan dengan apa yang kita incar ini?" Sebagai contoh, kamu mungkin bertanya, "apa saja cara untuk memastikan bahwa setiap keluhan pelanggan tentang layanan pelanggan kita dan menolak untuk membeli lagi produk kita?"

Kebanyakan peserta akan menikmati mencari ide negatif yang dapat dicari dalam kepala mereka untuk menyediakan saran positif. Sebagai contoh, "mengarahkan semua panggilan ke menu pilihan yang tidak pernah berakhir" dapat menjadi "mengarahkan semua panggilan ke orang sebenarnya".

Rolestorming

Gunakan bermain peran untuk mencetuskan pandangan dan ide baru. Buat peserta memainkan peran di dunia nyata (pelanggan dan perwakilan layanan pelanggan, misalnya), atau tanyakan apa yang akan dilakukan Wonder Woman atau Superman untuk memperbaiki masalah tersebut?

Kaji Ide-Ide Yang Memiliki Potensi Sesungguhnya

Gunakan aturan brainstorming ini sebagai panduan tentang bagaimana menangkap, memproses, dan mengambil tindakan pada ide timmu.

Pastikan kamu mencatat ide baru yang dibuat timmu, dan kamu mendapatkan ide dari semua peserta, khususnya mereka yang berkerja di "lapangan" dan paling dekat dengan permasalahan yang sedang coba kamu pecahkan.

Setelah menarik ide segar, kemudian kaji untuk mengambil tindakan. Pilih sejumlah ide untuk dikembangkan lebih lanjut—ide dengan potensi paling besar dan paling relevan. Kemudian beri tugas itu kepada sebuah group, sehingga ide itu diterapkan.

12. Buat Catatan Bermutu Tinggi Sebagai Prioritas

Fasilitatormu atau seseorang lainnya dalam tim hendaklah menuliskan setiap ide saat itu ditangkap. Ini memerlukan beberapa keahlian, karena beberapa ide disajikan dalam bahasa tidak langsung, dan sulit disimpulkan.

13. Beri Waktu Kepada Peserta Untuk Mengkaji Ide

Peserta hendaklah memiliki paling tidak lima belas menit untuk mengkaji ide yang telah dicatat, sehingga mereka dapat merespon dengan benar ketika kamu memintanya untuk memilih ide terbaik dalam daftar. Tanpa sebuah peluang untuk mengkaji apa yang telah dikatakan, peserta cenderung mendukung ide yang terakhir disebutkan atau ide yang mereka lemparkan sendiri.

14. Minta Pendapat Dari Peserta Yang Berkerja "Di Lapangan"

Ada banyak ide yang kedengarannya bagus secara  teori—dan mungkin paling masuk akal bagi manager. Namun beberapa ide mungkin tidak dapat dikerjakan untuk alasan yang bagus yang hanya diketahui oleh orang-orang yang berkerja di "lapangan", yang harus benar-benar menempatkan ide ke dalam tindakan. Mungkin ada alasan bagus mengapa sesuatu dilakukan (atau tidak dilakukan) dalam cara tertentu; pastikan untuk menyediakan sebuah peluang untuk siapapun untuk membagi pandangan mereka.

15. Identifikasi Baik Peluang Dan Tantangan

Sementara positif itu esensial bagi brainstorming, kenyataan itu esensial bagi penerapan. Jika setiap orang setuju bahwa perubahan adalah ide yang bagus, itu juga penting untuk mengidentifikasi hambatan untuk berubah. Halangan mungkin berupa hal politik, teknologi, keuangan atau logistik. Terkadang hambatan dapat diatasi atau diselesaikan; terkadang tidak dapat.

16. Pilih Jumlah Ide Yang Masuk Akal Untuk Pengembangan Lebih Lanjut

Setelah brainstorming, kamu mungkin memiliki lusinan ide yang layak di papan—tidak ada yang memiliki waktu untuk mengambil ide yang banyak tersebut dan mengembangkannya. Pilih hanya tiga ide terbaik untuk langkah selanjutnya.

17. Tentukan Tugas Pada Group Yang Sesuai

Setelah kamu memilih ide untuk ditindaklanjuti, kamu dapat membuat group untuk tiap ide. Dalam beberapa kasus, kamu cukup dapat meminta untuk sukarela—namun seringkali kamu akan perlu memilih anggota group sehingga tiap group melibatkan individu berpengetahuan pada rentang level manajemen.

18. Tentukan Goal Dan Deadline Yang Jelas

Tugas terkait brainstorming akan segera jatuh ke bagian bawah daftar jika mereka tidak diberikan status prioritas. Sebelum meninggalkan sesi brainstorming, pastikan bahwa  tiap group telah mempersiapkan tanggal pertemuan yang dapat diterima bersama, memiliki goal atau produk spesifik untuk dikerjakan, dan memiliki deadline untuk mencapai goal mereka yang sudah ditempatkan dalam roadmap.

Lebih Banyak Sumber Tentang Brainstorming

Berikut tambahan sumber brainstorming, dari seri Panduan Muktahir Teknik Brainstorming Yang Lebih Baik:

Kesimpulan

Dengan mengikuti aturan dan teknik brainstorming dalam artikel ini, kamu mempersiapkan kesusksesan sesimu.

Brainstorming, dilakukan dengan benar, dapat membawa pada beberapa hasil menarik: pandangan yang bagus, membangun tim, dan keterlibatan semua tingkatan. Brainstorming yang dilakukan dengan buruk dapat membuang waktu. Paling buruk, itu  dapat membawa pada permasalahan moral dan kepercayaan yang serius.

Apa yang membuat sesi brainstorming itu bagus? Itu benar-benar dari rasa hormat. Hormati waktu, ide, kreatifitas, dan pengetahuan karyawan. Ketika karyawan merasa mereka dihormati sebagai bagian dari tim kerja, hal-hal hebat dapat terjadi.

Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.