Unlimited Powerpoint templates, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Business
  2. Presentations
Business

Bagaimana Membuat Sebuah Presentasi PowerPoint Yang Persuasif

by
Difficulty:BeginnerLength:LongLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Bagi kebanyakan profesional, kamu harus membuat sebuah presentasi PowerPoint setidaknya sekali dalam karirmu. Melakukan presentasi, sebagaimana "soft skill" lainnya (seperti komunikasi, kepemimpinan, dan negosiasi), sekarang merupakan keharusan bagi kebanyakan jabatan di tempat kerja. Karena hal ini, penting untuk mempelajari bagaimana membuat sebuah presentasi yang menarik—bahkan jika kamu bukan seorang presenter, pembicara atau desainer berpengalaman. Berikut adalah enam langkah yang dapat membantumu meningkatkan presentasi:

Langkah 1. Pelajari Bagaimana Memulai Sebuah Presentasi PowerPoint Secara Persuasif

Satu hal yang perlu kamu ingat saat merencanakan presentasimu adalah bagaimana kamu memulainya. Kamu tidak harus menulis awal presentasi saat ini, namun sepanjang proses perencanaan, kamu perlu mencari hook untuk presentasimu.

Hook ini krusial karena dengan sebuah awalan yang kuat, kamu dapat menarik perhatian pendegarmu. Tanpa sebuah hook, akan butuh beberapa waktu bagi mereka untuk menyesuaikan diri dengan pesanmu. Berikut beberapa karakteristik yang membuat sebuah hook yang kuat:

1. Tarik Perhatian Audiens

Ketika mereka mendengar hookmu, itu akan memaksa mereka untuk fokus pada presentasi dan menantikan antisipasi tentang apa yang akan katakan berikutnya. Ini berarti itu haruslah singkat dan langsung ke tujuan.

Audience of Persuasive Presentation
Buat audiens fokus pada presentasimu.

2. Sebutkan Keinginan dan Ketakutan Mereka

Itu juga bagus untuk memulai dengan menyebutkan hal yang paling mengkhawatirkan audiensmu di muka. Jika kamu memberikan sebuah presentasi kepada pemilik bisnis kecil tentang bagaimana mereka bisa mendapatkan lebih banyak pelanggan, kamu dapat memulai dengan sesuatu seperti:

Anda berada di sini karena pada beberapa hal, anda melihat penjualanmu dan berpikir, 'Saya bisa melakukan lebih baik lagi'.

Dengan menyebutkan perhatian utama mereka, khususnya yang kuat secara emosional, ingatkan mereka apa yang dipertaruhkan. Yang paling penting, kamu mengisyaratkan bahwa kamu mengerti dari mana mereka berasal.

3. Bertanya

Mulailah dengan sebuah pertanyaan yang membimbing audiens untuk mencoba menjawab pertanyaan tersebut di kepala mereka. Itu juga merupakan ide yang bagus untuk bertanya yang membimbing orang untuk mengangkat tangannya atau berinteraksi denganmu dalam cara tertentu sehingga mereka merasa terlibat dalam presentasi itu. Dengan contoh di atas, sebuah alternatif awalan bisa dengan bertanya

Berapa banyak dari anda yang melihat hasil penjualan bulan lalu dan merasa kecewa?

Jika kamu ingin melihat lebih mendalam dalam membuat sebuah hook yang kuat, kamu dapat memeriksa panduan ini untuk menulis pidato yang menarik perhatian:

Langkah 2. Dahulukan Audiens

Satu kesalahan umum yang dibuat presenter adalah lebih banyak fokus pada ide dan cerita mereka sendiri. Kecuali kamu mengaitkan hal tersebut dengan kebutuhan audiensmu, mereka bisa merasa bosan, terganggu, atau lebih parah lagi, mereka pergi keluar.

Untuk mencegah ini, dahulukan audiensmu. Sebelum kamu mulai menulis presentasi, lebih baik untuk mengklarifikasi siapa audiensmu dan apa kebutuhan dan ekspektasi mereka. Seiring kamu menuliskan presentasimu, tanyakan pada dirimu sendiri pertanyaan di bawah ini:

  • Mengapa mereka melihat presentasimu? Apa yang mereka harapkan dari itu? Temukan apa ekspektasi dan tujuan mereka dan bagaimana presentasimu cocok dengan dua hal ini. Jika kamu dapat mengadakan survei atau berkenalan dengan audiens sebelum acara, ini dapat memberikanmu ide yang lebih spesifik tentang apa yang mereka cari.
  • Seberapa banyak pengetahuan dan pengalaman yang mereka miliki pada subyek itu? Jika ada sebuah jeda pengetahuan, bersiaplah untuk mengisinya. Juga, hindari menghabiskan terlalu banyak waktu pada ide yang terlalu sederhana bagi audiensmu. Sebagai contoh, tidak ada pentingnya menjelaskan bagaimana menggunakan tools Photoshop yang dasar di dalam sebuah ruangan yang penuh dengan desainer grafis yang mahir.
  • Bagaimana perasaan mereka tentang pesan utamamu? Apakah ada perhatian atau keraguan yang mungkin dimiliki audiens terhadap pesan yang kamu coba sampaikan? Bersiaplah untuk menyebutkan concern ini sepanjang presentasimu.
  • Apa kemungkinan pertanyaan yang akan mereka miliki sepanjang presentasi? Dengan menjawab pertanyaan internal audiens selama kamu melakukan presentasi menunjukkan kepada mereka bahwa kamu berada pada pihak yang sama. Plus, jika ada sesi tanya jawab setelah kamu berbicara, kamu telah menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar dalam presentasimu, membuka jalan untuk pertanyaan lanjutan yang lebih menarik dalam tanya jawab tersebut.

Dengan menjawab pertanyaan ini dapat membantumu menyusun sebuah presentasi yang semenarik mungkin terhadap audiensmu.

Langkah 3. Berpikir Dalam Gambar Dan Cerita

Seiring kamu menyempurnakan poin-poin presentasimu, ingatlah nasihat "Tunjukkan, bukan memberi tahu". Daripada hanya menyatakan poin-poin berisi fakta, temukan cara untuk menyampaikannya melalui kiasan atau cerita. Ini akan membuat ide terpentingmu mudah untuk dimengerti dan diingat.

Keuntungan lainnya untuk berpikir dalam kiasan dan cerita adalah bahwa semakin visual kiasan tersebut, semakin mudah bagimu untuk memilih foto dan grafis dalam presentasi.

Berikut beberapa tips yang dapat membantumu mendapatkan kiasan dan cerita untuk digunakan:

1. Temukan Cerita Terkini

Untuk setiap poin krusial yang kamu sampaikan, pikirkan tentang beberapa cerita dari sejarah, studi kasus, atau pengalamanmu sendiri yang dapat membantu audiensmu melihat poin dalam konteks yang lebih utuh.

Jika kamu akan mempresentasikan ke perusahaanmu tentang bahaya dari dukungan pelanggan yang buruk, sampaikan cerita horormu tentang dukungan pelanggan yang buruk yang membuatmu berganti merek. Jika kamu mempresentasikan ke sebuah klien bahaya gagalnya menjaga keamanan website, carilah sebuah studi kasus atau berita tentang bisnis yang tutup atau kehilangan pelanggan karena itu.

Kamu juga dapat menggunakan contoh historis. Buku seperti "The 33 Strategies of War" oleh Robert Greene atau "The Lean Startup" oleh Eric Ries menggunakan cerita dan gambar dari sejarah untuk mengilustrasikan poin-poin mereka. "The Lean Startup" juga melakukan alur personal dengan menceritakan pengalaman Ries sendiri dengan startup miliknya.

2. Dapatkan Inspirasi Dari Hollywood

Penelitian psikologi menunjukkan bahwa cerita tidak harus faktual untuk menjadi persuasif—bahkan fiksi atau sebuah stimulasi dapat menjadi sangat ampuh. Sebagai contoh, satu dari banyak kejadian yang menggetarkan sisi emosional dalam sebuah dokumenter / presentasi "An Inconvenient Truth" adalah CGI seekor beruang kutub yang berenang dalam sebuah lautan tanpa batas, tanpa es untuk beristirahat. Kamu dapat juga menggunakan scene dan karakter dari film dan seri tv populer untuk mengilustrasikan poinmu. Hal terpenting adalah bahwa audiens mengerti dan mengingatnya.

3. Buat Sebuah Papan Cerita

Sementara kamu memikirkan dalam bentuk visual dan cerita, itu mungkin juga membantu untuk membuat sebuah papan cerita seluruh presentasimu. Ini berguna untuk menentukan beberapa rencana awal tentang bagaimana presentasi akan tampak, bukan hanya dalam bentuk foto dan grafis, namun juga penempatan teks dan bagaimana slide itu akan terlihat saat ditunjukkan satu demi satu.

Langkah 4. Pilih Template PowerPointmu

Memilih template PowerPoint dan membuat slide adalah langkah kelima dalam daftar ini, bukannya yang pertama—dan untuk alasan yang bagus. Isi presentasimu harus yang pertama. Ketika kamu memulai, mudah untuk tertahan pada memilih template, font, grafis, dan mengatur semua elemen dalam slidemu. Tanpa isi yang kuat dan menarik audiens, bagaimana pun juga, tidak peduli seberapa cantik dan bagusnya slidemu.

Ketika kamu siap untuk memilih template berikut adalah beberapa kriteria yang harus kamu lihat:

1. Keunikan

Sebanyak mungkin, hindari penggunaan template dasar yang paling umum digunakan orang. Yang dimaksud adalah template yang tersedia secara default dalam PowerPoint. Ketika kamu menggunakan template yang dilhat berulang-ulang, mereka mungkin mengasumsikan bahwa presentasimu akan mudah ditebak dan biasa saja sehingga mereka mulai berhenti memperhatikan segera setelah mereka melihat slide pertama. Sebagai gantinya, pilih sebuah template yang didesain dengan baik dan unik.

Ada Template PowerPoint baru yang ditambahkan ke dalam marketplace GraphicRiver secara reguler, memberikanmu banyak pilihan desain yang gaya dan segar untuk dipilih. Berikut beberapa contoh yang sedang ngetren:

Trending Persuasive PowerPoint Themes
Theme PowerPoint yang sedang ngetren dari Graphic River: Material PowerPoint Presentation Template (kiri) dan Se7en Powerpoint Template (kanan).

2. Kemudahan Untuk Dibaca

Ketika mencoba sebuah template, cobalah untuk mengurangi ukuran pada layar. Apakah kamu tetap dapat membaca teks dengan mudah? Jika kamu melakukan presentasi di depan audiens skala besar, penting bahwa setiap orang dapat membaca teks apapun pada slide, khususnya mereka yang duduk di belakang atau yang memiliki pandangan mata yang jelek.

3. Pencitraan Yang Menarik

Karena kamu akan menggunakan cerita dan kiasan dalam presentasimu, paling baik adalah melengkapinya dengan foto atau grafis yang menagkap idenya secara utuh. Gambar ini dapat juga merusak perasaan monoton dari terlalu banyak slide yang berturut-turut hanya menampilkan teks.

Jika kamu menginginkan koleksi yang banyak akan foto stok profesional yang gratis, coba cari PhotoDune atau jelajahi galeri Envato Unstock kami untuk fotografi otentik.

Langkah 5. Latihan Dan Dapatkan Feedback

Sekarang setelah visual dan teks untuk presentasi telah siap, waktunya untuk latihan. Kamu berlatih untuk beberapa alasan. Pertama, kamu ingin memastikan bahwa presentasimu pas dengan waktu yang ditentukan. Secara pribadi, saya telah berbicara dalam banyak acara dimana beberapa pembicara melebihi waktu yang ditetapkan, memonopoli waktu yang diberikan untuk pembicara lainnya dan sesi tanya jawab mereka.

Melebihi waktu yang ditentukan juga bisa mempengaruhi waktu dan panjang istirahat. Bayangkan ini sebagai biaya jika kamu tergoda untuk membuat presentasimu lebih panjang dari seharusnya atau jika kamu ingin melewatkan masa latihan. Kamu tidak ingin menjadi pembicara yang dibenci setiap orang dalam acara. Alih-alih, buat presentasimu padat.

Yang lebih penting, kamu berlatih untuk mendapatkan feedback. Gunakan peluang ini untuk merekam video dirimu sedang berbicara. Lalu, cobalah untuk mengevaluasi performamu dalam video itu. Apakah kamu berbicara pada irama yang cukup bagus untuk dimengerti? Apakah kamu menggunakan tonal yang berbeda untuk penekanan? Apakah kamu tampak percaya diri? Kamu bahkan dapat menunjukkan video kepada beberapa rekan terpercaya dan mendapatkan feedback mereka yang membangun. Itu mungkin terdengar menakutkan, namun itu lebih baik untuk membuat kesalahan dalam tempat yang aman bersama orang yang kamu percaya dibandingkan pada presentasi aktual itu sendiri.

Untuk tiap latihan presentasimu, tentukan tujuan perbaikan spesifik berdasarkan pada pengamatan atau feedback yang kamu terima. Apakah kamu sebaiknya berbicara lebih lambat? Apakah kamu sebaiknya berbicara lebih keras? Apakah presentasimu akan tampak lebih menarik jika kamu menggerakkan tanganmu? Dengan melakukan latihan yang disengaja ini, kamu akan meningkatkan gaya presentasimu dengan pesat—tidak peduli seberapa canggungnya kamu pada awal mulanya.

Langkah 6. Poles Presentasimu

Memiliki konten dan desain yang menarki untuk presentasimu itu bagus, namun untuk membuatnya hebat, pastikan itu dipoles. Berikut beberapa sentuhan terakhir yang dapat kamu terapkan ke presentasimu saat menyelesaikannya:

1. Keselarasan

Pastikan semua elemen pada tiap slide selaras. Ini menjaga keseimbangan dan simetri antara teks dan grafis. Penjajaran dilakukan tiap satu slide. Pertama-tama, untuk tiap slide yang ingin kamu sesuaikan, pilih seluruh obyek. Lalu, dari tab Format pada PowerPoint, pilih Align. Ini akan membawa menu pilihan penjajaran. Klik Align Selected Objects. Ketika menu Align menutup, buka lagi, kemudian pilih jenis penjajaran yang berfungsi paling baik untuk slide itu. Sebagai contoh, jika kamu menginginkan sejajar di tengah, klik Align Center.

2. Font Yang Tertanam

Sangat mungkin bahwa peralatan yang kamu gunakan pada hari presentasi tidak memiliki font yang sama dengan yang telah kamu gunakan selama mendesain presentasimu. Untuk menghindari kekacauan typografis ini, tanamkan font terpilihmu dalam presentasi.

Untuk melakukan ini, masuk ke tab File dan klik Options. Ketika menu Options muncul, klik option Save pada menu sebelah kiri. Scroll ke bawah hingga kamu melihat sebuah kotak centang bertuliskan Embed fonts in the file. Centang pada kotak ini dan pilih jenis embedding yang kamu inginkan. Ini akan memastikan bahwa ketika kamu membuka presentasimu, teks akan tampil seperti yang kamu desain, bahkan jika perangkat itu tidak memiliki font yang kamu gunakan.

3. Export Slide

Cara lain untuk memastikan bahwa slidemu tampak sama terlepas dari perangkat yang digunakan untuk melihatnya adalah dengan mengekspornya ke PDF atau JPEG. Ketika kamu mengirimkan filemu ke tempat acara, pastikan bahwa kamu menyimpannya dalam PPT, PDF, dan JPG sebagai rencana cadangan dalam hal ada beberapa masalah software atau hardware yang mencegah file PPT milikmu ditampilkan dengan benar.

Lakukan Melalui Isyaratmu

Lakukan sebuah presentasi melalui isyaratmu. Untuk sesi terakhir latihan, pastikan kamu mencantumkan isyarat slide dalam latihanmu. Akan terasa tidak nyaman, membingungkan, atau menderu kamu dan audiensmu jika kamu terus-menerus melihat slide di belakangmu selama presentasi.

Semua Persiapan Ini Sangat Layak

Dari merencanakan hook, lalu memikirkan kiasan, dan memilih Template PPT yang benar, membuat sebuah presentasi yang persuasif kedengarannya seperti banyak pekerjaan Kabar baiknya adalah bahwa jika kamu melakukan ini dengan benar, tidak ada pekerjaan yang sia-sia.

Nyatanya, akan menjadi sebuah pemborosan kesempatan yang besar jika kamu hanya "jalani saja itu". Dengan menghabiskan cukup waktu untuk mempersiapkan pesan, isi, desain, dan penyampaian presentasimu, kamu bisa memastikan bahwa audiens akan menghargai dan terdorong oleh presentasi akhirmu.

Kamu dapat menghemat waktu dengan memilih sebuah template PowerPoint yang hebat dan mengubahnya dengan cepat dengan sebuah alur kerja yang profesional.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.