10 Kesalahan Presentasi Bisnis (Dan Bagaimana Cara Menghindarinya)
Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)
Semua orang menjual sesuatu dalam bisnis.
Tidak peduli seperti apa uraian perkerjaan atau nama jabatannya.
Terkadang kamu mencoba memenangkan pelanggan baru. Di waktu lain, kamu mencoba untuk mendapatkan investor baru atau melakukan konferensi pers. Dan terkadang kamu hanya menyediakan laporan kuartal kepada bosmu.
Apapun kasusnya, pada basis harian kamu harus menginformasikan dan membujuk mereka di sekitarmu (semoga) untuk percaya pada visimu (dan yang terpenting, percaya padamu) untuk mendapatkan lebih banyak uang, kemahsyuran, atau sumber daya internal.
Mempresentasikan informasi yang kompleks ini dalam sebuah format yang mudah dicerna tidaklah mudah.
Dan untuk membuatnya lebih buruk lagi, itu sering tidak diajarkan dalam sekolah resmi—yang berarti kamu harus menanganinya sendiri (dan sering mengacaukannya).
Tentu, memiliki sebuah desain presentasi yang bagus adalah tempat yang bagus untuk memulai.
Bagaimana pun juga, ada banyak variabel lain yang secara mutlak menentukan apakah presentasimu akan sukses atau gagal.
Berikut sepuluh ide presentasi paling penting untuk menghindari kesalahan kritis, bersamaan dengan beberapa tips untuk meningkatkan tiap issue.



Kesalahan 1. Tidak Membuat Naskah Presentasi
Semua presentasi dan pidato yang bagus dimulai dari naskah yang ketat.
Percaya atau tidak, ada beberapa metode untuk kegilaan ini ketika menuliskan sebuah presentasi profesional.
Itu berada di antara sebuah ringkasan dan sebuah dokumen lengkap yang membantumu memetakan fondasi atau dasar kerja, sebelum menyediakan materi pendukung dan akhirnya bergerak ke kesimpulan.
Jangan membuat kesimpulan dengan tidak menuliskan presentasi terlebih dahulu. Ada alasan mengapa suara para CEO begitu terpoles dalam memberikan intisari dan para presiden mengolah pidato mereka. Pelajari lebih lanjut tentang proses penulisan presentasi:
Catatan: Ini benar khususnya ketika kamu akan memberikan presentasi yang lebih formal dan terstruktur seperti sebuah perencanaan bisnis.
Kesalahan 2. Membaca; Bukan Berbicara
Tujuan dari presentasi, apakah hanya ada dua orang atau 100 orang, adalah untuk membuat koneksi. Kamu ingin setiap orang merasa seperti kamu berbicara langsung kepada mereka; membangun kepercayaan diri audiens dalam hal baik terhadap dirimu dan informasi yang sedang kamu bicarakan.
Bagaimana pun juga, semua koneksi dan kredibilitas itu menghilang ketika kepalamu menunduk, matamu menatap ke bawah, dan kamu mulai berbicara dalam suara yang monoton, membaca langsung dari kertas, slide, atau kartu catatan.
Pertama dan paling utama, jika kamu harus membaca konten slide, ada terlalu banyak kata (namun kita akan kembali lagi tentang hal ini).
Dosa besarnya adalah ketidaktertarikan yang terjadi, saat mata orang berkaca-kaca ketika mereka diberondong dengan rentetan informasi.
Kamu harus berkerja untuk menghindari itu, dan memiliki tujuan untuk membuat sebuah presentasi yang membujuk.
Dikatakan bahwa, kamu tidak diharapkan untuk mengingat keseluruhan hal. Alih-alih, soroti tiga hingga lima poin utama dan miliki pembicaraan yang nyaman dengan menambahkan konteks dan contoh-contoh.
Kesalahan 3. Tidak Cukup Berlatih
Menulis sebuah naskah dasar atau garis besar untuk pidatomu adalah langkah awal yang baik. Namun itu tidak akan berjalan lancar sampai kamu benar-benar duduk dan melatihnya.
Seorang pembicara pernah memberitahuku bahwa kamu harus latihan sekitar satu jam untuk tiap menit pidato. Dua puluh menit pidato? Dua puluh jam!
Sementara itu kelihatannya terlalu tinggi, melakukan sepanjang pidato dengan catatan (pada awalnya), dan kemudian tanpa catatan, dari awal hingga akhir, terus-menerus, akan menancapkan informasi ke dalam memorimu dan membuatnya menjadi alami.
Dengan pengulangan, kamu juga mulai menyadari detil kecil yang dapat membuat perbedaan besar dalam presentasi. Sebagai contoh, transisi di antara section yang berbeda. Berhenti sejenak untuk menyorote poin utama. Dan bahkan 'blocking', atau membiasakan diri pada bagaimana cara berdiri, bergerak, dan gestur akan tampak di atas panggung.
Jika kamu membutuhkan lebih banyak latihan presentasi, dan memiliki beberapa kecemasan tentang berbicara di depan umum, kamu harus tahu bahwa itu adalah perasaan yang normal. Pelajari bagaimana cara mengatasinya:
Keuntungan lainnya dari latihan yang rutin adalah kamu akan dengan mudah mengenali...
Kesalahan 4. Kelebihan (Atau Kekurangan) Waktu
...timing kamu.
Tidak ada yang lebih berbau amatir selain seorang pembicara yang gagal mengenai batas waktu mereka.
Dalam sebuah setting yang besar, berada dalam kondisi kekurangan waktu dan tidak cukup memiliki materi adalah cara tercepat untuk melongsorkan kredibilitasmu. Dan dalam setting yang lebih kecil dengan seorang klien atau bos, tidak menghargai waktu mereka dengan mencoba untuk menahan mereka terlalu lama bisa menjadi pembunuh kesepakatan.
Jika kamu telah berlatih secara rutin, kamu harusnya mulai menggunakan timer dan menjadi lebih lancar untuk melihat dimana kamu menampilkan materi.
Terkadang kamu mungkin harus masuk dan menambahkan beberapa contoh atau cerita lagi untuk mengilustrasikan poinmu (dan sedikit mengulur waktu). Sementara di waktu lainnya kamu mungkin harus memotong seluruh slide atau section, dan berbicara sedikit lebih cepat, untuk memastikan kamu berada di bawah target waktu.
Kuncinya adalah, bukan menerka-nerka. Kamu harus tahu, bahkan sebelum tiba di hari presentasi,beberapa lama tepatnya presentasi kamu membutuhkan waktu (dalam waktu singkat).
Kesalahan 5. Desain Yang Membosankan Dan Tidak Profesional
Orang hanya membutuhkan sekitar 50 milidetik untuk membentuk kesan pertama, dan sekitar 94% berasal dari desainmu.
Dalam sebuah presentasi, itu berarti tumpukan slidemu adalah titik awal yang jelas.
Kesempatannya adalah, investor atau peserta konferensi yang cerdas tersebut telah melihat template default PowerPoint yang sama ratusan kali dalam beberapa tahun terakhir.
Untungnya, kami mendukungmu dengan beberapa template presentasi PowerPoint yang simpel dan modern dalam desain yang bermutu premium:
Inti masalah: template PPT yang tepatnya bernama Simpicity mempersembahkan slide pre-formatted yang indah (dan minimal) dengan gambar berkualitas tinggi dan sedikit teks:



Salah satu hal terbaik tentang memulai dengan template yang didesain profesional seperti ini adalah mereka mendapatkan banyak tips desain presentasi tepat dari awal (dengan tambahan icon dan detil kecil yang dapat membuat sebuah perbedaan).



Sebagai contoh, kamu sering mendapatkan masalah dan kesalahan ketika memilih typografi dan warna untuk tujuan tertentu.
Pilihan typografimu dapat menyuarakan modern dan canggih atau norak dan norak. Pilihan warnamu dapat juga secara bawah sadar memproyeksikan rasa percaya diri, atau kuno. Kamu menginginkan desain slide untuk mengkomunikasikan secara visual, dan cocok dengan poinmu, saat kamu menyampaikan presentasimu.
Kesalahan 6. Tidak Membereskan Masalah Teknis
Ada dua hal yang dapat kamu hitung ketika memberikan sebuah presentasi.
Pertama, adalah bawah kamu tidak diragukan lagi menjadi gugup. Itu alami, dan kabar baiknya adalah kamu dapat memanfaatkan energi gugup tersebut untuk membantu mendorong performamu.
Yang kedua, adalah akan ada beberapa error atau kesalahan teknis
Tim olahraga profesional umumnya akan mendatangi lokasi satu atau dua hari sebelumnya, dan latihan di lapangan yang sama persis dengan tempat mereka akan bermain. Mereka bahkan akan melangkah lebih jauh seperti menggunakan ruang locker dan melakukan 'latihan berganti kostum' di lokasi untuk membereskan masalah teknis.
Jika kamu merasa asing dengan tempat atau lokasi, coba untuk mendapatkan akses ke lokasi khusus tersebut sehari sebelumnya jika memungkinkan.
Dengan cara itu kamu dapat berlatih beberapa kali di depan semua kursi kosong itu untuk mendapatkan perasaan bagaimana audiens akan ditempatkan, bersama dengan bagaimana caramu memposisikan sebuah gerakan harus disesuaikan dengan itu.
Kamu juga dapat berlatih dengan koneksi komputer, mikrofon, dan peralatan audio / visual lainnya.
Idealnya, ketika kamu muncul pada hari presentasi, kamu hanya akan memikirkan tentang melakukan pekerjaan yang hebat (tidak tidak stres tentang apakah kamu melupakan kabel HDMI).
Kesalahan 7. Slide Yang Ramai Dan Terlalu Banyak Teks
Slide presentasi terbaik adalah juga biasanya merupakan yang simpel dan langsung pada sasaran.
Ini berarti tidak ada transisi yang menyilaukan. Tidak ada bullet point yang kebanyakan. Dan hampir tidak extra seperti suara atau video.
Triknya adalah mencoba dan menggunakan satu slide hanya untuk menyampaikan satu pesan atau poin. Itu akan menjaga penyampaianmu tetap terarah, membantu audiens untuk fokus dalam pesanmu.
Dan bonus tambahan lainnya adalah itu akan membantumu menghilangkan penggunaan paragraf teks yang panjang.
Alih-alih, pikirkan tentang tiap slide sebagai sebuah pendukung visual; membimbing atau menunjukkan sebuah contoh apa yang sedang kamu bicarakan untuk tiap poin.
Sebuah contoh yang sempurna mencakup grafik atau chart yang relevan yang secara instan mengilustrasikan pesan kunci di belakang apapun yang sedang kamu bicarakan (seperti menggunakan sebuah panah hijau yang bergerak naik dan ke arah kanan untuk mengartikan sukses).



Temukan lebih banyak desain PowerPoint profesional, dengan banyak pilihan layout slide dan infografis:


Microsoft PowerPoint15 Template PowerPoint Profesional - Untuk Presentasi Bisnis Yang Lebih BaikSean Hodge

Microsoft PowerPoint12 Template Presentasi PowerPoint Terbaik—Dengan Slide Infografis Yang HebatSean Hodge
Kesalahan 8. Mengabaikan Latar Belakang Audiens
Jargon dapat berarti bagus atau buruk.
Jika kamu berbicara kepada orang dengan latar belakang teknis, terus menceritakan tentang GIT itu bagus. Itu memberikanmu ikatan, dan secara langsung membuat orang tersebut tahu bahwa kamu mengerti tepatnya apa yang mereka lakukan.
Bagaimana pun juga, jika tidak, menyebutkan sebuah jargon teknis akan memastikan kamu kehilangan audiens dalam beberapa menit setelah membuka mulutmu.
Dalam sebuah dunia yang nyata, konten kamu seharusnya dibuat (atau disesuaikan) dengan latar belakang audiens dan preferensinya. Jika itu adalah seorang klien, tanyakan orang yang memperkenalkan kalian berdua. Jika itu adalah acara yang lebih besar, tanyakan penyelenggara beberapa detail tentang siapa saja audiensnya, apa saja poin minat dan ketakutan mereka, dan jenis atau gaya konten yang menarik mereka.
Terkadang itu akan menjadi informasi studi kasus yang detail, sementara lainnya itu akan menjadi tips awal yang dapat dilakukan. Mempresentasikan satu kepada yang lainnya, adalah kesalahan yang umum—bahkan jika kontenmu masih tetap bagus!
Kesalahan 9. Gagal Mendapatkan Perhatian Audiens
Panjang pidatomu dapat memiliki sebuah beban yang besar pada apakah audiens akan memperhatikan atau tidak.
Bagaimana pun penyampaianmu—yang mencakup segalanya dari volume, penghentian jeda, ritme, bahasa tubuh, dan lainnya—dapat juga memikat atau membosankan audiens.
Sebagai contoh, secara sadar menaikkan atau menurunkan volume kata yang kamu ucapkan tidak hanya dapat membuat presentasi lebih menarik untuk didengarkan namun juga menambahkan penekanan terhadap kata atau frasa tertentu.
Hal yang sama berlaku untuk mempercepat, memperlambat, dan menambahkan jeda yang lebih lama dari biasanya untuk memberikan orang waktu ekstra untuk mencerna apa yang baru saja kamu katakan.
Di atas semua trik kecil dan gestur dramatis itu, kontenmu sendiri haruslah mampu menggaet orang secara emosional.
Sebagai contoh, jangan hanya langsung meluncur ke 'solusi' atau tips. Alih-alih, habiskan beberapa waktu di awal—dan sepanjang presentasi—untuk meletakkan informasi ini dalam konteks yang lebih besar yang terkait kembali dengan poin masalah besar dalam kehidupan audiens yang dapat diselesaikan.
Temukan teknik tambahan tentang bagaimana menyampaikan sebuah presentasi yang menarik:
Kesalahan 10. Tidak Ada Tugas Atau 'Langkah Berikutnya'
Kesempatannya adalah, audiensmu akan mendapatkan informasi yang berlebihan.
Jika kamu berbicara dalam sebuah konferensi di sore hari atau hari ketiga, mereka sudah lelah secara mental.
Jadi pastikan presentasimu mudah diikuti.
Mulailah dengan sebuah garis besar agenda yang sederhana di awal untuk memberikan orang pandangan setahap demi setahap tentang apa yang akan kamu sampaikan.
Jika kamu membuat sebuah poin utama, ulangi itu. Berulang kali.
Ketika kamu hendak berpindah ke sebuah seksi baru, ulangi apa yang telah mereka pelajari dan berikan mereka pratinjau tentang apa yang akan mereka dapatkan dalam seksi berikutnya.
Dan terakhir namun bukan paling akhir, berikan mereka tugas atau 'tahap berikutnya' untuk dibawa pulang setelah kamu selesai berbicara.
Presentasi bisnis terbaik dimaksudkan untuk menginspirasi tindakan. Dan berakhir setelah melafalkan hanya fakta-fakta, tanpa mengatur informasi tersebut ke dalam konteks atau menjelaskan bagaimana (dan mengapa) mereka harus melakukan sesuatu dengan itu, akan membuat pidatomu datar.
Pelajari lebih lanjut teknik kreatif tentang bagaimana menginspirasi audeins untuk bertindak:
Ikuti 10 Tips Presentasi Bisnis Tersebut - Untuk Hasil Yang Lebih Baik



Sementara kamu mungkin telah diajari bertahun-tahun yang lalu dasar-dasar bagaimana memberikan presentasi atau pidato, sebuah presentasi bisnis yang penting dengan uang yang sesungguhnya merupakan hal yang benar-benar berbeda.
Masalahnya adalah kesalahan-kesalahan umum tersebut, seperti membaca teks yang ramai, mendesain tumpukan slide secara amatir dalam sebuah tampilan monoton membosankan benar-benar merusak kredibilitasmu; kehilangan audiens tepat pada momen kamu membuka mulutmu.
Tidak ada perhatian atau kepercayaan audiens?
Tidak ada penjualan, pendanaan, referensi atau ulasan baru juga.
Untungnya, kamu dapat memulai dengan menangani sepuluh tips di atas (dan menambahkan banyak latihan) untuk memastikan presentasi bisnismu selanjutnya berjalan baik tanpa gangguan.
Jika kamu mencari sebuah tempat yang mudah untuk memulai, periksa panduan dalam template PowerPoint ini untuk memastikan kamu mendapatkan dasar-dasar desain sebelum melanjutkan ke teknik-teknik presentasi yang lebih maju.









