7 days of PowerPoint templates, graphics & videos - for free!* Unlimited asset downloads! Start 7-Day Free Trial
Advertisement
  1. Business
  2. Small Business

Cara Menjalankan Bisnis Kecil Anda Seperti Wirausahawan

Read Time: 12 mins

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Dwi Bagus Nurrohman (you can also view the original English article)

Saya berani bertaruh apapun bahwa anda adalah pemilik bisnis kecil yang sebagian atau keseluruhan operasinya melalui internet, anda seringkali dipanggil sebagai wirausahawan. Mungkin bahkan wirausahawan bisnis kecil.

Pada kenyataannya, saya akan mengambil langkah lebih jauh, dan berkata bahwa anda menyebut diri anda sendiri sebagai wirausahawan pada banyak kesempatan.

Kerancuan pada istilah ini (bisnis kecil dan wirausahawan) dimulai dengan munculnya internet dan bisnis online yang berkembang. yang mana dalam beberapa hal lebih mudah dilakukan daripada yang tradisional, bisnis lokal.

Ini mengaburkan pembatas antara 2 jenis bisnis ini.

How to run a business like a Small business versus entrepreneurHow to run a business like a Small business versus entrepreneurHow to run a business like a Small business versus entrepreneur
Bisnis kecil vs wirausahawan : bagaimana anda menjalankan bisnis anda? (sumber grafis)

Internet membawa berbagai jenis baru bisnis, membuat situasi baru untuk bisnis  tradisional. dan memberikan kesempatan terhadap model bisnis baru, taktik, jam kerja, dan (diatur) lingkungan kerja yang telah menggantikan sesuatu yang kita kenal sebelumnya sebagai "bisnis terlarang."

Meskipun banyak orang yang sekarang cenderung menggunakan istilah "wirausahawan" sebagai istilah menyeluruh bagi wirausahawan dan pemilik bisnis kecil, istilah tersebut  tidaklah sama persis, dan setiap pendekatan memerlukan seperangkat keahlian, bakat, dan operasi harian yang berbeda.

Sementara itu keduanya juga tidak terpisah atau asing satu sama lainnya, ada banyak hal yang dapat dipelajari dengan membandingkan dua pendekatan berbeda ke bisnis.

Sebagai pemilik bisnis kecil, anda dapat mempelajari banyak dari wirausahawan dan akan sangat membantu perusahaan anda dengan mengadopsi beberapa taktik dan strategi dari buku pegangan kewirausahawan. Dalam tutorial ini, tenukan cara menjalankan bisnis ada seperti bisnis wirausahawan.

Tutorial Bisnis Terkait

Pertama cobalah tengok bahan bisnis kecil terkait di sini di Envato Tuts+. Untuk perbedaan antara wirausahawan dengan pekerja lepas, tengok artikel dibawah ini.

Untuk definisi dari bisnis kecil dan panduan tentang bagaimana menjalankan bisnis kecil yang sehat, lihat tautan berikut:

Sebelum berpindah mempelajari tentang bagaimana menjalankan bisnis kecil seperti wirausahawan yang sukses, mari kita simak perbedaan antara wirausahawan dan pemilik bisnis, dan lihat dalam berbagai cara dimana pendekatan tradisional bisnis dalam berbisnis.

Wirausahawan Vs Pemilik Bisnis: Apa Perbedaannya?

1. Persiapan

Sebelum menjadi terkenal dan seksi untuk menyebut siapapun yang terlibat dalam bisnis (khususnya bisnis online) seorang wirausahawan, kita dapat dengan mudah menunjuk perbedaan utama antara wirausahawan dan pemilik bisnis: pemillik bisnis, seperti namanya adalah pemilik bisnis mereka sendiri (biasanya untuk kehidupannya), sedangkan wirausahawan memulai bisnis dengan niat untuk menjualnya, mempertahankannya hanya untuk waktu yang singkat.

Wirausahawan juga secara tradisional membiayai bisnis mereka tidak dengan uang mereka sendiri, seperti yang kebanyakan pemilik bisnis lakukan (bahkan jika uang yang ada didalam pinjaman bank atas nama mereka), namun dengan menggunakan modal ventura yang mereka kembangkan dari investor yang tertarik dengan ide bisnis yang wirausahawan pahami.

Pelajari lebih lanjut tentang pembiayaan bisnis kecil anda:

2. Resiko dan Keuangan

Baik wirausahawan dan pemilik bisnis pada titik yang sama akan mempertimbangkan resiko keuangan untuk mengembangkan bisnis mereka. namun pemilik bisnis tradisional cenderung memperlihatkan keengganan dalam mengambil resiko yang besar.

Pemilik usaha kecil memulai bisnis mereka kecil dan menumbuhkannya secara perlahan sesuai kebutuhan melalui pekerjaan tetap. Itu karena tujuan akhir dari pemilik bisnis adalah membangun bisnis yang menguntungkan untuk memenuhi hidupnya dan cukup stabil sepanjang hidupnya.

Wirausahawan, sebaliknya, memulai dengan bisnis yang lebih besar  dan melihatnya tumbuh dengan cepat dengan mengambil resiko yang lebih besar pula. Itu karena tujuan akhir wirausahawan adalah menjual bisnisnya secepat mungkin dengan penilaian setinggi mungkin. Dan itu berarti menumbuhkan bisnis yang besar dengan potensi keuntungan yang besar untuk menarik pembeli potensial.

3. Proses Perekrutan/ Pengembangan

Seorang wirausahawan merekrut secara strategis dan cepat sehingga dapat mengisi posisi penting dalam perusahaan mereka Proses perekrutan kewirausahaan berusaha membuat bisnis berjalan lancar dan efektif tanpa keterlibatan langsung dari pemilik pada setiap tingkatannya.

Pemilik bisnis, sebaliknya, mengambil beberapa pandangan berbeda untuk perekrutan personil, biasanya agak lebih lambat dalam merekrut karyawan baru. Kebanyakan pemilik bisnis cenderung menjadi ahli kunci dalam bisnis mereka. membangun posisi baru sesuai kebutuhan dan kelemahan mereka. Dengan, demikian bisnis tradisional seringkali tidak dapat beroperasi dalam ketidakhadiran pemilik bisnis dalam tenggang waktu yang lama.

4. Audit Pasar

Sejak wirausahawan memulai bisnis khusus untuk memenuhi kebutuhan mereka sudah mengidentifikasi di pasar (dan tidak harus berdasarkan minat mereka untuk produk atau alasan tertentu), mereka belajar untuk mengevaluasi pasar dan kebutuhannya pada interval yang sering. Jika apa yang mereka bangun tidak cocok dengan pasar, mereka akan lekas beralih dan menyesuaikan ide mereka untuk mengisi lubangnya.

Pemilik bisnis sebaliknya, biasanya pergi ke area bisnis yang menarik minat mereka atau yang mereka pikir bisa menguntungkan. Ini berarti setelah mereka meneliti pasar asli dan membuat rencana bisnis mereka. mereka seringkali tidak melihat bagaiman pasar berubah dan berkembang di sekitar mereka. Pemilik bisnis cenderung mengikuti rencana bisnis yang spesifik tanpa banyak penyimpangan atau penyesuaian sepanjang jalan. 

5. Kesuksesan dan Kegagalan

Tidak ada yang ingin gagal. Namun tanyakan kepada siapapun yang sudah sukses dalam hidupnya dan dia akan senang menunjukkan titik kegagalan sebagai pembelajaran untuk sukses. Apa yang membedakan antara wirausahawan dan pemilik bisnis adalah apa yang mereka artikan sebagai kegagalan dan kesuksesan.

Bagi seorang wirausahawan sukses berarti membangun bisnis yang mana mudah dijual ke orang lain dengan profit tinggi. Sebuah bisnis yang tidak menguntungkan. bahkan jika secara relatif menguntungkan, dihitung sebagai kegagalan dan dapat diakhiri tanpa pertimbangan apapun oleh wirausahawan.

Untuk pemilik bisnis, permainan ini sangat berbeda. Sebuah bisnis yang menguntukan dan stabil, bahkan jika tidak terlalu menggiurkan, adalah sebuah tiket emas untuk sukses bagi pemilik bisnis kecil. Sebaliknya, sebuah bisnis yang lebih menguntungkan  mungkin dapat mati dalam rentang beberapa tahun (pada saat dimana wirausahawan sudah pasti menjualnya) dapat menguras tabungan seumur hidup pemilik bisnis dan mengakhiri karir bisnis mereka.

Apa yang Dapat Dipelajari oleh Pemilik Bisnis Kecil Dari Wirausahawan

Seperti yang anda lihat, menjadi pemilik bisnis kecil sama sekali berbeda dengan wirausahawan, dan perbedaannya jauh lebih dalam daripada sekedar terminologi. Segala sesuatu dari tujuan hingga rencana dan aspirasi kedua bisnis profesional menunjuk kearah yang berbeda.

Tetapi itu tidak berarti bahwa salah satu tidak dapat belajar atau mendapat keuntungan dari yang lain. Faktanya, banyak jumlah hal yang dapat anda pelajari dari praktik kewirausahawan, strategi, dan pola pikir yang mana akan menolong bisnis kecil anda dengan cepar dan efisien.

Mari kita gali !

1, Kerjakan Urusanmu

Sering dikata bahwa wirausahawan bekerja pada bisnisnya sedangkan pemilik bisnis bekerja pada bisnisnya. Mungkin itu benar.

Perbedaan muncul dari awal permulaan setiap yang profesional ambil untuk bisnis seperti yang disebutkan diatas. Tetapi jika anda terus menerus bekerja dalam bisnis ada, anda tidak akan mampu mengembangkan dan meningkatkannya.

Jadi bagaimana anda mendapatkan seseorang untuk bekerja di bisnis anda? Dengan memperkerjakan orang yang tepat yang dapat mengambil beberapa tanggung jawab anda dan memberikan anda waktu yang berharga untuk mundur selangkah dari tugas harian dan operasi dan melihat gambaran besar bisnis anda. Pelajari lebih lanjur tentang bagaimana melakukannya:

2. Memperkerjakan untuk Berkembang, Tidak Hanya Butuh

Menjadi lebih suka terhadap resiko keuangan, pemilik bisnis lebih lambat memperkerjakan karyawan baru dalam perusahaannya. Yang mana tidak buruk sama sekali,

Namun seringkali pemilik bisnis akan menunda dalam merekrut terlalu lama dan membawa orang baru ketika orang lama dalam perusahaan tidak dapat menangani pekerjaan lagi. Hal ini dapat merugikan perusahaan anda, bukan hanya karena itu menurunkan moral karyawan yang terlalu banyak bekerja, tetapi juga karena tidak menawarkan peluang untuk berkembang.

Tidak setiap rekrutan baru seharusnya bergabung untuk mengambil kelonggaran tambahan. Ketika para wirausahawan merekrut orang baru, mereka mencari ahli yang tepat untuk menanganinya (daripada menunggu untuk diarahkan) dan membantu menumbuhkan bisnis lebih cepat.

Anda lebih baik mengikuti kebijakan yang sama untuk posisi kunci dalam perusahaan anda. Jangan hanya merekrut untuk menambal. namun cari orang yang dapat membantu mengembangkan bisnis anda secara keseluruhan.

3. Peka terhadap Pasar

Bisinis kecil anda didedikasikan untuk menawarkan produk tertentu atau jasa kepada pelanggan yang tertarik terhadap bisnis anda. Itu hebat.

Tetapi itu bukan berarti anda menutup mata terhadap perkembangan kebutuhan dan perubahan pasar. Wirausahawan secara konstan mencari kesempatan baru di pasar, dan meskipun anda tidak harus mengejar inovasi dengan determinasi yang sama, anda juga harus terus memperhatikannya.

Contoh kasus : Blockbuster Jauh dari sebuah bisnis kecil. mega bisnis penyewaan film ditutup karena menolak menerima dan mengakui pergeseran besar yang terjadi di industri penyewaan film. Berpegang pada andalan mereka (dan DVD mereka) terlalu lama. mereka kehilangan semua bisnis mereka ke penyedia film online yang dengan senang hati mengambil tempat mereka,

Dan dapat dikatakan tidak penting seberapa besar bisnis anda. itu tidak dapat menahan perubahan pasar apabila menolak mengikutinya. Jadi ikuti pasarnya secara dekat dan nilai tawaran anda secara berkala: apakah bisnis anda masih berjalan seirama dengan pasar?

4. Teruslah Belajar

Karena wirausahawan membangun bisnis untuk mengisi kebutuhan pasar, mereka seringkali memulai bisnis di industri yang mereka sedikit ketahui. Namun mereka tidak selalu mengabaikan: mereka mengedukasi diri mereka pada subjek dan belajar yang mereka mampu tentang industri dalam tujuan untuk membuat bisnis mereka sukses.

Pemilik usaha kecil cenderung sudah mengetahui banyak bidang industri yang mereka ambil, atau belajar banyak tentangnya selama beberapa tahun pertama menjalankan bisnis mereka. Dan kemudian mereka berhenti. Bukan karena mereka malas, namun karena rasa aman yang mereka dapatkan dari mengetahui bisnis mereka dengan baik.

Keyakinan dalam bisnis anda adalah hal yang hebat, namun jangan biarkan itu tumbuh menjadi arogansi mengetahui semuanya yang membuat anda terus belajar dan berkembang/ Kapan terakhir kali anda memperlajari sesuatu hal yang baru tentang industri anda atau berinvestasi dalam perkembangan professional anda? Jika jawabannya adalah "dulu sekali" maka saatnya untuk bertindak.

Temukan kursus online. workshop. atau seminar lokal yang dapat anda hadiri dan daftarkan hari ini. Coba belajar sesuatu yang baru yang setidaknya membantu anda tumbuh sebagai seorang profesional dan menjaga bisnis anda tetap tumbuh.

5. Kembangkan Jaringan Anda

Wirausahawan menyukai jaringan Faktanya , mereka menghadiri acara dan konferensi hanya agar mendapat jaringan. Bertemu orang baru berarti belajar tentang atau menciptakan peluang yang baru. Dan tidak ada yang tahu dimana investor selanjutnya atau peluang bisnis berasal.

Pemilik bisnis mempunyai banyak manfaat dari mendapat jaringan dan membuat koneksi. Ketika anda menghadiri acara atau konferensi, anda mungkin bertemu seseorang dari bidang terkait yang mempunyai ide untuk kemitraan, anda mungkin bertemu ahli yang mana dapat membantu mengembangkan bisnis anda, atau bahkan anda bertemu seseorang yang dapat merujukkan anda terhadap klien baru untuk bisnis anda.

Jaringan tidak selalu memiliki tujuan akhir yang spesifik, seperti hal yang tidak anda ketahui dengan siapa anda bertemu nantinya. Namun, mengembangkan kontak jaringan profesional anda selalu menguntungkan perusahaan anda. Pelajari lebih lanjut tentang jaringan bisnis kecil:

6. Ikuti Teknologi

Teknologi berubah setiap hari. Dan wirausahawan memainkan peranan penting dalam perkembangan ini karena mereka seringkali berada dibelakang bisnis yang mempromosikan inovasi ini.

Untuk pemilik bisnis, ini tidak mungkin lagi mengikuti setiap aplikasi, platform, atau alat yang keluar dipasaran. Tetapi anda setidaknya awas terhadap kemajuan teknologi di industri anda dan cara mereka membantu anda menjalankan bisnis anda.

Baik itu perangkat lunak akuntasi baru, aplikasi produktivitas, alat komunikasi tim, atau sesuatu yang lebih spesifik terhadap industri anda, yakinlah bahwa anda melakukan survei bulanan tentang inovasi yang menjaga kelajuan anda. Berikut adalah beberapa aplikasi bermanfaat yang dapat dipertimbangkan untuk digunakan:

Dan jangan hanya melihat sekeliling untuk melihat. Melaksanakan. Ketika anda melihat sesuatu yang baru yang dapat membantu bisnis anda, kerjakan.

Kembali lagi ke contoh kita diatas, biarkan saya mengulanginya lagi : Blockbuster. Bisnis besar ini gagal karena gagal untuk mengikuti kemajuan teknologi yang terjadi di industri menonton video dirumah

7. Hadapi Kegagalan

Wirausahawan tidak hanya memiliki nafsu yang besar untuk resiko ketimbang pemilik bisnis, mereka dapat juga mencerna kegagalan dengan lebih baik. Wirausahawan sukses mungkin melihat dua, tiga, empat (atau lebih) peluang kegagalan bisnis sebelum membangun bisnis emas yang mereka jual untuk keuntungan yang tinggi. Tapi itu tidak pernah menghalangi mereka dari tujuan mereka.

Pemilik bisnis cenderung mempunyai rasa takut yang lebih besar dan bertindak dengan reservasi yang lebih besar ketika membuat keputusan bisnis. Dan itu luar biasa- asalkan itu tidak menghalangi anda untuk mengembangkan bisnis hanya karena anda takut kegagalan.

Seringkali, itu bukanlah kegagalan sesungguhnya yang menjatuhkan bisnis, namun kekecewaan dan keputusasaan yang dirasakan pemilik bisnis sebagai konsekuensi dari itu. Kekecewaan dan keputusasaan dapat mencegah anda mengambil lebih banyak resiko karena ketakutan.

Lebih baik menerima sejak awal bahwa untuk mencapai sesuatu yang lebih baik dan lebih besar daripada yang anda miliki saat ini, anda akan harus mempelajari beberapa hal baru dari beberapa kegagalan. Ambil nafas dalam dalam dan berani coba saat anda gagal. Ingatlah bahwa sukses datang dari kegagalan.

8. Hitunglah Resiko

Ini adalah rekan dan paket dengan belajar untuk menghadapi kegagalan dengan wajah fokus. Untuk kegagalan pada sesuatu anda harus mencoba terlebih dahulu. Dan mencoba sesuatu yang baru sepertinya (dan jadi) beresiko dalam bisnis.

Sebagai pemilik bisnis, anda tidak ingin untuk mengambil banyak resiko seperti wirausahawan, namun jika ingin bisnis anda berkembang, anda harus belajar cara menghitung dan menakar segala resiko. Karena resiko juga membawa imbalan.

9. Bertindak Seolah-olah Anda Akan Menjual

Pemilik bisnis jarang berpikir menjual bisnis mereka. Mereka sedang dalam permainan menjalankan bisnis jangka panjang dan tidak dalam permainan kewirausahaan jangka pendek memulai bisnis dengan tujuan menjualnya.

Namun berpikir seperti wirausahawan sesekali dan lagi dan melihat bisnis anda seolah olah anda akan menjualnya, dapat memberikan anda perspektif baru yang akan mengembangkan usaha anda.

Apakah proses anda efisien? Apakah semua prosedur jelas dan mudah dimengerti? Jika calon pembeli prospektif melihat bisnis anda hari ini, apakah struktur dan fungsinya masuk akal? Bagaimana anda menetapkan dan mengukur kesuksesan?

Melihat perusahaan anda seperti cara orang luar mengevaluasi nilainya, dapat membantu anda meningkatkan keseluruhan perusahaan anda dan dapat membersihkan proses dan prosedur yang tidak efisien yang mungkin anda miliki.

Bagaimana Anda Dapat Bertindak bak Wirausahawan di Bisnis Kecil Anda?

Menjadi seorang wirausahawan sangatlah berbeda dengan pemilik bisnis dan setiap peran membutuhkan seperangkat kemampuan dan bakat yang berbeda. Namun tidak berarti bahwa seorang pelaku bisnis tidak mampu belajar ke yang lainnya

Sebagai pemilik bisnis kecil, anda tidak ingin menjalankan perusahaan anda persis seperti seorang wirausahawan. Tetapi bisnis anda dapat sangat bermanfaat jika anda mampu meniru beberapa tindakan dari buku pedoman kewirausahaan yang dapat anda terapkan pada bisnis kecil anda. Pelajari lebih lanjut strategi untuk menjadi pemilik bisnis kecil yang sukses:

Dengan cara apa anda menjalankan bisnis kecil anda sebagai wirausahawan? Cara apa saja yang dapat anda tingkatkan bisnis anda dengan mengambil pandangan kewirausahaan untuk itu?

Advertisement
Did you find this post useful?
Want a weekly email summary?
Subscribe below and we’ll send you a weekly email summary of all new Business tutorials. Never miss out on learning about the next big thing.
Scroll to top
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.